Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi capai 6,5%

JAKARTA: Pemerintah optimistis peran konsumsi pemerintah yang meningkat di dua kuartal terakhir akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun ini minimal 6,5%, lebih tinggi dari proyeksi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF)
- Bisnis.com 21 September 2011  |  12:22 WIB

JAKARTA: Pemerintah optimistis peran konsumsi pemerintah yang meningkat di dua kuartal terakhir akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tahun ini minimal 6,5%, lebih tinggi dari proyeksi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang hanya 6,4%.“Kalau kami melihat (pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011) masih bisa 6,5% karena serapan belanja (negara) masih akan mendorong pertumbuhan di kuartal III dan IV ini,” ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Permadi Sumantri Brodjonegoro di Gedung DPR, hari ini.Dia menyadari perlambatan ekonomi global dapat menular ke Tanah Air. Menurut dia, dalam pembahasan RAPBN 2012 dengan DPR, pemerintah berkeras mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi tidak lebih dari 6,7% karena mempertimbangkan berbagai ketidakpastian yang bisa mempersulit pencapaian.“Kami lihat [pertumbuhan ekonomi] 6,7% [pada 2012] saja sudah cukup tinggi. Artinya kalau dinaikkan lagi, lebih tidak mungkin. Itu salah satu sinyal kami bahwa tahun depan itu akan berat,” jelasnya.Hari ini, Dana Moneter Internasional (IMF) merilis laporan World Economic Outlook edisi September yang poinya merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2011 dan 2012 menjadi masing-masing menjadi 4%, lebih rendah dibandingkan prediksi Juli yang sebesar 4,3% (2011) dan 4,5% (2012).Koreksi juga dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diprediksi hanya tumbuh sebesar 6,4% pada 2011 dan 6,3% pada 2012. Padahal Juli lalu IMF meyakini perekonomian Indonesia akan tumbuh 6,5% pada 2011 dan 2012.Menurut Bambang, pemburukan ekonomi global saat ini dapat berimbas pada perekonomian nasional di masa mendatang. jalur transmisi dampaknya bisa melalui kinerja ekspor yang melambat serta menurunnya kegiatan penanaman modal. “Kami akan lihat kalau misalnya pada tengah tahun pertama [2012] krisis makin besar, nanti akan kami lakukan perbaikan di APBN Perubahan,” kata Bambang.(mmh) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top