Hatta: IMF beberapa kali keliru

JAKARTA: Kendati sering meleset, Pemerintah tetap akan mencermati hasil kajian Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) terkait potensi perlambatan ekonomi Indonesia pada tahun ini dan tahun depan.Hatta Rajasa, Menteri Koordinator
- Bisnis.com 21 September 2011  |  11:08 WIB

JAKARTA: Kendati sering meleset, Pemerintah tetap akan mencermati hasil kajian Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) terkait potensi perlambatan ekonomi Indonesia pada tahun ini dan tahun depan.Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menuturkan IMF beberapa kali keliru dalam memproyeksi masa depan perekonomian Indonesia.Dia menuturkan pesimisme terbaru IMF yang dirilis hari ini tidak boleh membuat pemerintah gamang dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.“IMF beberapa kali keliru juga. Ada juga yang memperkirakan perekonomian Indonesia akan melambat di 2012. Masuk-masukan itu kami cermati, tapi tidak usah membuat kita menjadi gamang,” ujar dia sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR, pagi ini.Intinya, lanjut dia, dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti saat ini, daya beli masyarakat harus dijaga dengan memastikan pergerakan harga terkendali dan pasokan barang tidak terganggu. Namun, harus diakui perlembatan ekspor nasional bisa saja terjadi karena pengaruh negatif dari perlambatan ekonomi global.“Memang bisa saja terjadi penurunan pada ekspor [Indonesia] karena melambatnya pertumbuhan ekonomi global, terutama [faktor] ekonomi Eropa yang paling volatile, itu akan berimbas secara tidak langsung ke kita. Tetapi kalau China dan India terkena debit ekspor kita terganggu,” tuturnya.Hatta menegaskan mesin-mesin produksi di Tanah Air tidak boleh berhenti, pasar dalam negeri harus dikembangkan, dan kemampuan membeli masyarakat dijaga. Selain itu, tata niaga juga harus diperbaiki dengan menghilangkan berbagai pungutan yang bisa memicu kenaikan harga.IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi September merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2011 dan 2012 menjadi masing-masing menjadi 4%, lebih rendah dibandingkan prediksi Juli yang sebesar 4,3% (2011) dan 4,5% (2012).Koreksi juga dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diprediksi hanya tumbuh sebesar 6,4% pada 2011 dan 6,3% pada 2012. Padahal Juli lalu IMF meyakini perekonomian Indonesia akan tumbuh 6,5% pada 2011 dan 2012.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top