Perumnas optimistis target rumah sejahtera tercapai

JAKARTA: Perum Perumnas optimistis mencapai target produksi rumah sejahtera pada tahun ini sebanyak 12.000 unit meskipun pihaknya tidak menerima dana public service obligation (PSO) dari pemerintah pusat.Teddy Robinson Siahaan, Direktur Pemasaran Perumnas,
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 21 September 2011  |  16:38 WIB

JAKARTA: Perum Perumnas optimistis mencapai target produksi rumah sejahtera pada tahun ini sebanyak 12.000 unit meskipun pihaknya tidak menerima dana public service obligation (PSO) dari pemerintah pusat.Teddy Robinson Siahaan, Direktur Pemasaran Perumnas, mengatakan produksi rumah sejahtera tersebut menggunakan dana Perumnas secara mandiri.Rencana awalnya Perumnas menargetkan dapat membangun 32.000 unit rumah sejahtera. Target itu kemudian direvisi oleh Perumnas menyusul tidak dicairkannya dana PSO oleh pemerintah pada tahun ini."Dana yang dibutuhkan untuk membangun 12.000 unit rumah sejahtera yakni Rp600 miliar hingga Rp700 miliar. Saat ini sebanyak 2.800 unit rumah hingga 3.000 unit rumah telah di-deliver kepada konsumen dan sebanyak 5.400 unit rumah pada September akhir nanti," kata Teddy saat dihubungi Bisnis baru-baru ini.Teddy menjelaskan pihaknya berharap pemerintah pusat mengabulkan usulan dana PSO untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp1,25 triliun.Dia menuturkan dana PSO akan digunakan Perumnas untuk meng-cover selisih tarif rumah sejahtera sehingga harganya dapat lebih turun. Hal tersebut, katanya, akan mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah serta meningkatkan kinerja Perumnas.Sebelumnya, kata Teddy, dana PSO pada tahun ini akan digunakan untuk memberikan subsidi bagi 20.000 unit rumah sejahtera dari rencana yang diusulkan sebesar Rp1 triliun yang dapat digunakan untuk subsidi tarif bagi 50.000 unit rumah sejahtera.Dia menambahkan dukungan pemerintah memang mutlak diperlukan mengingat harga rumah sejahtera yang murah hanya menjanjian margin atau keuntungan yang rendah sehingga kurang menarik bagi pengembang swasta.Menurut dia, solusi dari hal tersebut yakni pemerintah paling tidak harus menyediakan dana untuk mendorong Perumnas agar mengambil segmen itu, salah satunya adalah dengan memberikan PSO.Ketua Umum Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pengembangan Pembangunan Perkotaan (Housing and Urban Development Institute) Zulfi Syarif Koto mendukung revitalisasi Perumnas melalui Peraturan pemerintah (PP) No.15/2004 tentang Pemberdayaan Perum Perumnas.Dia memaparkan dalam revisi PP Pemberdayaan Perumnas tersebut dimasukkan penugasan Perumnas menjadi pelaku utama yang menyediakan perumahan khususnya bagi masyarakat menengah bawah."Pemerintah seharusnya memberikan dana PSo karena pembangunan perumahan bagi MBR memiliki keuntungan yang kecil. Perumahan juga seharusnya diberikan akses untuk memanfaatkan lahan BUMN yang sudah tidak terpakai agar dapat digunakan Perumnas," kata Zulfi, beberapa waktu lalu. (snd) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top