Pemerintah dapat komitmen investasi eksplorasi migas US$106,9 juta

JAKARTA: Pemerintah mendapatkan komitmen investasi eksplorasi untuk sembilan wilayah kerja migas senilai US$106,9 juta dan signature bonus US$9,58 juta selama 3 tahun pertama eksplorasi. Komitmen investasi tersebut didapatkan dari sembilan pemenang
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 21 September 2011  |  16:55 WIB

JAKARTA: Pemerintah mendapatkan komitmen investasi eksplorasi untuk sembilan wilayah kerja migas senilai US$106,9 juta dan signature bonus US$9,58 juta selama 3 tahun pertama eksplorasi. Komitmen investasi tersebut didapatkan dari sembilan pemenang lelang penawaran langsung wilayah kerja (WK) migas tahap I 2011, yang dilaksanakan sejak 10 Juni 2011 hingga 25 Juli 2011. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengungkapkan dari 11 WK migas yang ditawarkan melalui mekanisme langsung itu, hanya sembilan WK saja yang diminati investor. “Yang dua [WK Migas tidak diminati] ini, disebabkan oleh minimnya data. Mereka [calon investor] sudah melakukan join study, tapi dikembalikan lagi ke kita, makanya hanya sembilan WK [yang diminati] dengan total investasi US$106,9 juta dan signature bonus US$9,58 juta,” ujarnya, hari ini. Sembilan pemenang WK migas tersebut, yakni Prabu Energy Pty Ltd untuk WK Ranau yang berlokasi di Onshore Lampung, Sumatra Selatan, PT Forbes Citra Nusantara untuk WK North East Madura di Offshore Jawa Timur, PT Karya Inti Petroleum untuk WK West Tanjung di Onshore Kalimantan Tengah, dan PT Geraldo Energy untuk WK Belayan di Onshore Kalimantan Timur. Selanjutnya, PT Cahaya Sumber Energi Pratama untuk WK East Simenggaris di Onshore/offshore Kalimantan Timur, Konsorsium Niko Resources Ltd-PT Baruna Nusantara Energy-Statoil ASA-Eni Indonesia Ltd-GDF Suez New Project Indonesia B.V untuk WK North Ganal, dan Konsorsium Inpex Corporation-Jogmec untuk WK Babar Selaru yang berlokasi di Offshore Arafura. Selain itu, juga ada Konsorsium Niko Resources Overseas XII Ltd-Statoil ASA-Manley NV untuk WK OBI di Offshore Halmahera, dan Murphy Overseas Ventures Inc untuk WK Semai IV yang berlokasi di Offshore Papua Barat. Evita menjelaskan komitmen pasti eksplorasi dari sembilan pemenang lelang WK eksplorasi untuk 3 tahun masa eksplorasi tersebut berupa studi geologi dan geofisika sebesar US$ 6,75 juta, survei seismik 2D sepanjang 3.100 km, survey seismik 3D seluas 1.530 km2, dan pemboran sumur eksplorasi sebanyak 5 sumur. “Memang ini [kecenderungan perusahaan kecil], tetapi perusahaan itu juga mempunyai kesempatan untuk mempelajari dulu. Bagi saya ini menggembirakan karena kita mendorong perusahaan nasional dan [perusahaan] yang kecil-kecil, kita sengaja memberikan kesempatan untuk ikut,” tuturnya. Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan aturan eksplorasi, dengan menyediakan insentif untuk perusahaan yang mampu meningkatkan eksplorasi dalam 3 tahun pertama. Di sisi lain, perusahaan yang tidak melakukan eksplorasi tidak akan mendapatkan insentif.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top