Kenaikan pita cukai untungkan pabrikan rokok rumahan

MALANG: Rencana pemerintah menaikkan pita cukai rokok sebesar 12,2% pada awal 2012 mendatang, tidak meresahkan pabrikan rokok tembakau rumahan atau nglinting dewe alias `tengwe` yang ada di Kota Malang.Accounting Finance Manajer PT. Indonesian Tobacco
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2011  |  17:40 WIB

MALANG: Rencana pemerintah menaikkan pita cukai rokok sebesar 12,2% pada awal 2012 mendatang, tidak meresahkan pabrikan rokok tembakau rumahan atau nglinting dewe alias `tengwe` yang ada di Kota Malang.Accounting Finance Manajer PT. Indonesian Tobacco Kota Malang, produsen rokok `tengwe` Anggur Kupu dan Lampion Lilin, Ferinaldo, mengatakan kenaikan pita cukai 12,2% dari sisi bisnis justru akan menguntungkan pabrikan rokok tembakau seperti dirinya.“Secara umum kami akan diuntungkan dengan kemungkinan konsumen rokok yang akan beralih ke rokok tembakau tengwe seperti kami menyusul akan semakin mahalnya harga rokok kemasan,” kata Ferinaldo di Malang hari ini.Di sisi lain, pabrikan rokok tembakau tengwe seperti dirinya, ujar dia, juga tidak terpengaruh dengan kenaikan pita cukai 12,2% tersebut. Karena secara umum pita tembakau iris yang berlaku untuk dirinya tetap Rp5 per gram.Bahkan, secara hukum pasar, kenaikan pita cukai rokok 12,2% tersebut bisa mendongkrak harga jual rokok tengwe produksi Indonesian Tobacco miliknya. Hanya saja, kendati pita cukai rokok naik, namun pihaknya tidak berencana menaikkan harga jual produk miliknya.Saat ini, harga jual produk Indonesian Tobacco di apsaran untuk ukuran 25 gram Rp2.800 per bungkus, 40 gram Rp3.300 per bungkus, dan ukuran 1,5 kg Rp125.000 per bungkus.“Selama ini produk kami banyak bermain di wilayah Indonesia timur mulai Ambon hingga Papua,” tambah dia.Bahkan, khusus untuk wilayah Papua, rokok tengwe produk Indonesian Tobacco tersebut mampu menguasai pasar rokok di sana sebesar 90%. Bahkan, selain kuat di pasar Indonesia timur, produk Indonesian Tobacco juga sudah menempus pasar Singapura dan Australia.“Khusus untuk produk ekspor ke Singapura dan Australia rasa yang kami jual lebih halus dibanding produk untuk pasar dalam negeri,” jelasnya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top