Penyelenggaraan Jamsostek belum optimal

JAKARTA: Pelaksanaan program Jamsostek oleh PT Jamsostek (Persero) dinilai belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari masih sedikitnya perserta jamsostek yang aktif. Berdasarkan data kepesertaan jamsostek dimana 70,4% peserta masih tidak aktif membayar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2011  |  13:27 WIB

JAKARTA: Pelaksanaan program Jamsostek oleh PT Jamsostek (Persero) dinilai belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari masih sedikitnya perserta jamsostek yang aktif. Berdasarkan data kepesertaan jamsostek dimana 70,4% peserta masih tidak aktif membayar premi.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan program jamsostek belum berjalan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Hal ini terlihat dari data kepesertaan jamsostek sebanyak 33,69 juta, dari data tersebut peserta aktif baru 9,97 juta atau 29,6%," kata Muhaimin dalam sambutannya pada acara rapat kerja nasional (Rakernas) PT Jamsostek (Persero) hari ini.

Muhaimin menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal a.l. masih banyaknya usaha-usaha yang menurut peraturan perundangan tergolong kedalam Perusahaan Wajib Belum Daftar (PWBD) tetapi belum mendaftarkan pekerjanya dalam program tersebut.

Selain itu, tambahnya, masih banyak perusahaan yang telah mendaftarkan usahanya sebagai peserta jamsostek tetapi baru daftar sebagian dalam bentuk Perusahaan Daftar Sebagian (PDS).

Adapun pelayanan Jamsostek, menurut Muhaimin, dianggap belum optimal karena masih sering muncul keluhan dari sebagian peserta mengenai penyelenggaraan program Jamsostek. Keluhan tersebut berupa keterlambatan pembayaran klaim dan pelayanan kesehatan serta kesulitan mengakses Jaminan Hari Tua.

Dalam sambutannya Muhaimin meminta peserta rakernas untuk mengefektifkan sosialisasi dan pembinaan kepada perusahaan dan tenaga kerja sehingga mereka menyadari dan mematuhi ketentuan perundang-undangan.

Muhaimin juga memerintahkan Jamsostek untuk meningkatkan dan mengefektifkan pelayanan kepada seluruh peserta baik tenaga kerja maupun perusahaan dengan memanfaatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana yang ada.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top