BI diuji pemodal asing

 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 20 September 2011  |  19:37 WIB

 

JAKARTA: Pemodal asing tengah ‘menguji’ kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sejalan dengan besarnya pundi-pundi cadangan devisa yang dimiliki saat ini.
 
Ekonom Indoensia Sustainable Development Dradjad H. Wibowo mengatakan pemodal asing sebenarnya sudah melakukan aksi ambil untung sejak akhir Juli dan awal Agustus melalui pasar modal.
 
"Sekarang mereka mencoba menguji rupiah. Kemampuan BI sebenarnya terbatas, meski cadangan devisa kita besar. Tapi, kalau rupiah overshooting dalam waktu dekat ini, tidak perlu panik,” ujarnya kepada Bisnis hari ini.
 
Dia menjelaskan yang dimaksud dengan overshooting adalah nilai rupiah lebih lemah dari fundamental, sehingga melakukan koreksi. Dia menilai rupiah pada posisi 8.500-8.600 per dolar AS sangat berlebihan, karena fundamentalnya untuk minggu ini 8.900-9.100 per dolar AS. 
 
Menurut dia, angka inflasi yang rendah dan cadangan devisa yang relatif besar untuk ukuran Indonesia memang tak bisa menjadi acuan akurat terhadap nilai fundamendal rupiah karena volume pasar masih sangat kecil.
 
Ekonom Aspirasi Indonesia Research Institute Yanuar Rizky mengatakan pemodal asing memang masih memegang kendali dalam stabilitas rupiah. Menurut dia, jika tidak ada intervensi, mereka bisa lemahkan rupiah, sehingga tetap untung meskipun hanya gejolak sehari.
 
“Tapi akan lebih untung lagi kalau BI intervensi. Mereka akan pancing BI intervensi, karena mereka [pemodal asing] tahu bahwa makro kita dengan net importir konsumsi tersandera kurs,” terangnya. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top