Alkindo targetkan penjualan Rp200 miliar

Dinda WulandariBANDUNG: PT Alkindo Naratama Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang konversi kertas, optimistis dapat mencapai target penjualan Rp200 miliar tahun ini, naik dari tahun lalu Rp169 miliar dengan menggenjot pasokan bahan baku ke industri
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 September 2011  |  17:19 WIB

Dinda WulandariBANDUNG: PT Alkindo Naratama Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang konversi kertas, optimistis dapat mencapai target penjualan Rp200 miliar tahun ini, naik dari tahun lalu Rp169 miliar dengan menggenjot pasokan bahan baku ke industri otomotif dan tekstil.Manajer PT Alkindo Firman Hidayat mengatakan saat ini produk andalan dan menjadi pionir di Indonesia berupa honey comb, kertas berstruktur sarang lebah, cukup diminati beberapa industri a.l tekstil dan otomotif dalam negeri."Sebanyak 80% pemasaran produk kami ke pasar lokal. Sekarang sudah terdapat sekitar 100 costumer yang berminat dengan honey comb," ujar Firman kepada Bisnis hari ini.Salah satu konsumen terbesar Alkindo, lanjutnya, adalah PT Indorama, PT Polychem, dan PT Indo Kordsa.Dia mengatakan Alkindo dapat memproduksi sekitar 300-356 ton honey comb per bulan. Dari produksi tersebut, sekitar 20% terserap untuk pasar ekspor yang tersebar di beberapa negara di kawasan Asia Pasifik."Banyak industri di sini yang menggunakan bahan baku honey comb untuk membuat berbagai produk yang nantinya akan mereka ekspor," lanjutnya.Selain membuat honey comb, Firman menambahkan Alkindo juga memproduksi a.l  paper tube (pembuat gulungan benang dan kain), paper core (kertas pembungkus dari logam), dan edge protector (kertas kemasan).Menurutnya, banyak pabrik yang beralih menggunakan material dari kertas, seperti honey comb, karena dinilai lebih murah dibanding material kayu. Dia mencontohkan untuk papan tekstil yang terbuat dari kayu bisa dihargai Rp7.000-Rp10.000 per item. Sementara papan tekstil berbahan baku honey comb hanya seharga Rp2.000 per item.(k29/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top