Lima Rekomendasi Wujudkan Surplus Beras 10 Juta Ton

JAKARTA: Pemerintah keluarkan lima rekomendasi tindak lanjut dalam Rapat Koordinasi Pangan untuk mewujudkan target surplus beras 10 juta ton pada 2014. Keberhasilannya ada di tangan para gubernur. Rekomendasi pertama yakni segera menerbitkan peraturan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 September 2011  |  19:20 WIB

JAKARTA: Pemerintah keluarkan lima rekomendasi tindak lanjut dalam Rapat Koordinasi Pangan untuk mewujudkan target surplus beras 10 juta ton pada 2014. Keberhasilannya ada di tangan para gubernur. Rekomendasi pertama yakni segera menerbitkan peraturan perundang-undangan untuk mempercepat pelaksanaan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah daerah harus mengeluarkan peraturan daerah untuk melindungi lahan pertanian yang berkelanjutan. Ini mesti dilakukan karena di beberapa daerah masalah RTRW belum tuntas.“Atau paling tidak ada semacam moratorium atau model seperti itu supaya lahan-lahan pertanian tidak mudah dikonversi. Sementara begitu. Semangatnya lahan-lahan pertanian produktif ini jangan mudah dikonversi para pimpinan daerah,” tuturnya usai rapat koordinasi pangan di Kementerian Pertanian hari ini.Rekomendasi kedua yakni menyederhanakan proses administrasi anggaran stabilisasi pangan dan antisipasi terhadap dampak perubahan iklim sebesar Rp3 triliun. Anggaran itu akan diturunkan untuk intensifikasi pangan di lahan-lahan pertanian yang indeks penananamannya di bawah 1. Itu berarti butuh dukungan irigasi dan sumber air untuk meningkatkan indeks penanaman hingga lebih dari 1.Tindakan konkret lain dalam rekomendasi kedua ini yaitu peningkatan produktivitas melalui teknologi di sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu.“Minggu lalu saya panen di Cirebon. Tadinya 6 ton lalu bisa 9,8 ton per ha. Di Subang laporan tiga hari lalu bahkan bisa mencapai 13 ton gkp [gabah kering panen] setara 11 ton gkg [gabah kering giling]. Jadi upaya-upaya intensifikasi terus dilakuan dengan dukungan benih unggul yang siap setiap saat dan juga dengan pemupukan prima. Juga dengan pengawalan intensif khususnya pengendalian hama tanaman,” tutur Suswono.Anggaran Rp3 triliun itu pun digunakan untuk menambah areal baru di luar Pulau Jawa. Dari rapat koordinasi, menurunya, antusias menyampaikan potensi lahan di daerahnya yang bisa digunakan untuk lahan pertanian.“Misal Kalimantan Barat ada potensi 30.000 ha. Kalimantan Timur sampai punya potensi 200.000 ha. Karena  itu butuh tambahan anggaran untuk capai target tersebut. Paara gubernur nyatakan siap berapa pun targetnya,” kata Suswono.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top