Garuda & asosiasi pilot sepakati tiga poin

JAKARTA: Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan telah disepakati tiga poin dengan Asosiasi Pilot Garuda, salah satunya mengenai sistem remunerasi atau penggajian terbaru yang akan di berlakukan pada awal 2012.Kesepakatan dengan Asosiasi Pilot Garuda
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 19 September 2011  |  15:47 WIB

JAKARTA: Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan telah disepakati tiga poin dengan Asosiasi Pilot Garuda, salah satunya mengenai sistem remunerasi atau penggajian terbaru yang akan di berlakukan pada awal 2012.Kesepakatan dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG) tertuang dalam SK No. JKDI/SKEP/50129/11 tentang Pembentukan Tim Desain Remunerasi Penerbang PT Garuda Indonesia Tbk  yang ditandatangani Direktur SDM dan Umum Gatuda Indonesia Heriyanto pada 16 September 2011."Manajemen Garuda dan APG sudah terjalin komunikasi yang baik, pertemuan terakhir 9 September 2011, menyepakati tiga hal pokok," kata VP Flight Operation Captain Suhasril Samad di Jakarta, Senin.Dia menjelaskan ketiga poin kesepakatan juga ditandatangani tujuh perwakilan APG, di antaranya Presiden APG Stephanus Geraldus dan anggota Isyais Sampesule. "Kami perlu desain model bersama dengan APG, keluarkan surat keputusan," kata dia.Ketiga poin kesepakatan tersebut, lanjut Samad,pertama, keberadaan pilot asing.  Kedua, rencana membangun sistem dan model remunerasi bersifat jangka panjang, dan ketiga masalah penghargaan masa kerja penerbang.Samad yang juga didampingi VP Corporate Communication Pujobroto mengatakan berkaitan dengan keberadaan pilot asing, kontraknya akan direnegosiasi, dengan batas paling lambat akhir Oktober hingga awal November.Setiap pilot kontrak baik asing maupun lokal, akan mendapat fasilitas yang sama. "Di Garuda ada pegawai tetap, ada pegawai kontrak waktu tertentu (PKWT) lokal dan PKWT asing. Sekarang dengan negosiasi, fasilitas yang diterima pegawai kontrak asing sama seperti pegawai kontrak lokal," kata dia.Dia menambahkan perbedaan hasil negosiasi untuk pegawai kontrak asing ini yakni hanya mendapat paket gaji 12 kali setahun tanpa menerima production allowance. Kalau PKWT lokal, akan mendapat gaji 14,5 kali setahun dan mendapat production allowance.Untuk pegawai tetap, menerima gaji 15,5 kali setahun fan seyiap hjam terbang dibayar atau production allowance.Soal membangun sistem dan model remunerasi jangka panjang, Samad menambahkan memang diperlukan sebagai evaluasi dari sistem yang ada selama ini. "Memang ada yang salah. Sistem kita yang mungkin harus dievaluasi. Manajemen akan membuat sistem dan model remunerasi, sampai akhir Oktober sistemnya sudah terbentuk," kata dia.Samad menambahkan untuk remunerasi terbaru, akan diimplementasikan pada awal 2012, hal ini disesuaikan dengan kemampuan perseroan dan dilakukan secara bertahap.Dia menambahkan sistem dan model remunerasi untuk jangka panjang diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif melalui pemberian penghargaan yang didasarkan kepada kinerja.Berkaitan dengan masa kerja pilot yang melebihi batas usia pensiun pegawai yang lain yakni pada 56 tahun, maka masa kerja pilot ditetapkan 60 tahun."Bagi pilot yang telah mencapai usia 56 tahun, diberikan kesempatan atau pilihan untuk mengambil sebagian hak hak pensiun lainnya, yang mekanisme dan teknis pelaksanaannya dibahas tersendiri, dan hasil pembahasan akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Penerbang atau PKP," kata dia.Presiden APG Stephanus Geraldus mengakui memang sudah terjadi kesepakatan dengan manajemen dan masih harus ada perundingan lanjutan."Ya, disepakati bahwa pilot asing akan dipulangkan atau pendapatannya diturunkan. Selanjutnya untuk.poin dua dan tiga masih tunggu realisasinya. Soal remunerasi terbaru, masih menunggu perundingan dulu," tutur dia. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top