RI waspadai krisis global

JAKARTA: Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana mengharapkan sikap antispasi tidak hanya terfokus pada pergerakan dolar AS, sejalan dengan depresiasi rupiah atas mata uang tersebut.Armida mengharapkan antisipasi juga mesti ditujukan pada mata
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 19 September 2011  |  16:09 WIB

JAKARTA: Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana mengharapkan sikap antispasi tidak hanya terfokus pada pergerakan dolar AS, sejalan dengan depresiasi rupiah atas mata uang tersebut.Armida mengharapkan antisipasi juga mesti ditujukan pada mata uang secara keseluruhan di dunia, mengingat saat ini terjadi krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat dan Eropa. "Harus juga lihat dolar dan global," kata Armida menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.Menurut dia, sekarang ini yang harus diwaspadai adalah perekonomian global, termasuk Eropa. "Kalau Anda perhatikan euro melemah, dolar menguat. Kenapa euro melemah, karena Eropa," kata Armida.Pemerintah, ujarnya, akan melakukan antisipasi, walaupun dampaknya tidak langsung. Pemerintah terus mengupayakan agar perekonomian di dalam negeri tetap tumbuh.Dalam kesempatan sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga mengatakan kondisi dunia dan Eropa perlu diwaspadai. Pemerintah mempersiapkan diri untuk mengantisipasinya, dan sejumlah menteri di bidang perekonomian telah melakukan koordinasi."Kalau perkembangan dunia menunjukan perkembangan yang lebih buruk dan kita amati perkembangan yang sudah ada di Eropa terus menunjukan kondisi yang perlu diwaspadai.  Kita melihat itu bisa berdampak secara tidak langsung ke Indonesia," kata Agus.Menurut dia, krisis global yang mesti diantisipasi dampaknya pada  ekspor, dan rencana investasi dari beberapa negara maju ke Indonesia. Untuk menghatisipasinya, pemerintah menyiapkan stimulus yang diharapkan akan menjaga tertundanya investasi dari luar negeri ke Indonesia. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top