Proyek tol Bekasi-Kampung Melayu terganjal pemerintah

JAKARTA: Realisasi penandatanganan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol ruas Bekasi Cawang Kampung Melayu masih terganjal masalah besaran dukungan pemerintah mengenai alokasi anggaran pembebasan lahan diruas sepanjang 21 kilometer tersebut.Kepala
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 19 September 2011  |  17:05 WIB

JAKARTA: Realisasi penandatanganan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol ruas Bekasi Cawang Kampung Melayu masih terganjal masalah besaran dukungan pemerintah mengenai alokasi anggaran pembebasan lahan diruas sepanjang 21 kilometer tersebut.Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazaly mengatakan mereka memang belum menetapkan besaran dukungan pemerintah untuk pembebasan lahan ruas tersebut, menyusul saat ini masih dilakukan evaluasi ulang atas kebutuhan dana untuk pembebasan lahan tersebut.Artinya, dengan adanya evaluasi tersebut dapat mengubah isi berkas acara proyek itu yang telah ditandatangani kesepakatannya setelah hasil evaluasi atas 24 ruas tol diterbitkan pada Desember 2010 lalu.Dia menjelaskan evaluasi dilakukan karena pihaknya memperkirakan kebutuhan dana ruas tol itu tidak sebesar dari usulan pada saat berkas acara ditandatangani yakni sebesar Rp378 miliar, namun nilainya diperkirakan akan kurang dari angka tersebut.“Saya rasa angkanya akan kurang dari Rp378 miliar itu, karena itu kan perkiraan awal, sementara lahan yang dibebaskan kebanyakan milik pemerintah,” ujar Gani di Jakarta hari ini.Jika hasil evaluasi tersebut keluar, katanya, mereka langsung akan mengajukan usulan pemberian dukungan dana tersebut pada Kementerian Keuangan. Sehingga diperkirakan anggaran tersebut baru akan diajukan dalam APBN atau APBNP 2012.Dia juga tidak menargetkan kapan proses evaluasi rampung, namun memastikan jika evaluasi selesai maka akan dilanjutkan dengan proses penandatangan amandemen PPJT. Paling lambat amandemen PPJT bakal diteken akhir tahun ini juga.Pemberian dukungan pemerintah sendiri, menurutnya karena dari hasil evaluasi ruas tersebut dinilai tidak layak dari segi finansial, sehingga memerlukan dukungan dari pemerintah agar dapat menarik minat perbankan untuk memberikan kredit pendanaannya.Ruas tol lingkar dalam itu mendapatkan dukungan pemerintah lantaran dinilai tidak memenuhi skala ekonomi. Pasalnya, nilai investasi pembangunan Becakayu membengkak hingga 20% dari perkiraan semula, yaitu dari sekitar Rp 5,7 triliun menjadi Rp7,15 triliun. Adapun pembengkakan biaya disebabkan oleh terhambatnya kegiatan proyek tersebut sejak 2007 lalu.Sementara itu, Kepala Divisi bagian Desain dan Operasi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku pemegang konsensi ruas tol Becakayu Didik Hari Wilopo mengatakan jika BPJT mengubah isian berkas acara proyek, maka dapat menunda proses penandatangan amandemen proyek tersebut.Padahal, katanya, perusahaan sendiri sudah siap menandatangani menyusul tersedianya dana equity sebesar 30% dari total kebutuhan yang telah dimiliki perusahaan, dan juga komitmen dari sindikasi perbankan yang sudah siap mendanai proyek itu.“Kami harapkan dukungan pemerintah ini secepatnya diberikan agar target pembangunan kami bisa terealisasi sesuai jadwal yakni pada 2012 sudah dimulai,” ujarnya.Dari sektor pendanaan lahan, menurut Didik mereka telah mengucurkan dana sebesar Rp71 miliar dari total kebutuhan sebesar Rp449 miliar untuk membebaskan tanah. Adapun lahan yang sudah dibebaskan hingga saat ini mencapai 65%. Sedangkan sisanya akan dibiayai dari dukungan dana pemerintah tersebut.Mengenai rencana akuisisi ruas tersebut oleh perusahaan swasta lainnya, Didik mengatakan perusahaan membuka opsi bagi investor manapun untuk ikut bergabung. Karena dengan banyaknya swasta yang bergabung, maka resiko proyek dan resiko investasi yang akan dibebankan akan berkurang.Menurut dia, ada setidaknya ada lima perusahaan yang berminat untuk kerja sama itu, yaitu PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), PT Astratel Nusantara, dan tiga perusahaan asing dari Perancis, India, dan Korea.“untuk investor asing umumnya masih ragu untuk masuk karena ketidakpastian investasi di sini, sehingga dikhawatirkan biaya akan terus membengkak,” tambahnya.Rencana pembangunan ruas tol Becakayu akan dibagi dalam dua tahap, yakni tahap satu terdiri dari tiga seksi mulai dari Jaka Sampurna (Bekasi Bara) sampai Kampung Melayu dengan jumlah akses keluar masuk sebanyak lima titik yang semula ditarget rampung pada 2009.Sedangkan tahap dua terdiri dari tiga seksi yang dimulai dari Jakasampurna (Bekasi Barat) sampai dengan Duren Jaya (Bekasi Timur) sepanjang 10 kilometer dengan akses keluar masuk sebanyak empat lokasi dengan target rampung 2010. Besaran tarifnya semula diperkirakan sebesar Rp8.000 dengan sistem terbuka.Konsesi ruas tol tersebut dipegang oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang merupakan konsorsium lima perusahaan, yaitu PT Tirtobumi Prakarsatama dengan kepemilikan sebesar 44,47%, PT Citra Mandiri Sukses Sejati sebesar 35,26%, dan PT Indadi Utama dengan porsi 16,75%, PT Remaja Bangun Kencana sebesar 2,02%, dan PT Jasa Marga sebesar 1,5%. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top