BKPM akan panggil Newmont

 
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 19 September 2011  |  17:52 WIB

 

JAKARTA: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memanggil manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) terkait pelepasan hak suara Newmont Venture Limited terhadap PT Indonesia Masbaga Investama di perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.
 
Hal tersebut juga berkaitan dengan pendanaan Newmont Venture Limited (NVL) untuk membeli 2,2% saham PT Pukuafu Indah dengan nilai sekitar US$71 juta, yang telah memengaruhi proses penyelesaian divestasi 7% saham program divestasi 2010.
 
Kepala BKPM Gita Wirjawan mengungkapkan pendelegasian hak suara NVL terhadap Indonesia Masbaga Investama, tentunya akan memengaruhi proses divestasi 7% saham, bagian program divestasi NNT tersebut.
 
"Kalau tidak ada pendelegasian hak suara [NVL] di Masbaga, tentunya nasional bisa memiliki 51% [NNT], dan itu tidak menghentikan [proses divestasi]. Tapi kita mau cek lagi benar atau tidak, nanti kita panggil mereka," ujarnya di Gedung DPR hari ini.
 
Pasalnya, lanjut dia, manajemen NNT juga pernah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada hak asing dengan adanya pembelian 2,2% saham Pukuafu Indah oleh Masbaga. 
 
"Dulu kan mereka [NNT] bilangnya juga berbeda dengan kenyataan. Jadi kita mau cek, kenyataannya sama tidak dengan omongannya," tegas Gita.
 
Sebelumnya, Presdir Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto mengemukakan NVL telah melepas hak suara terhadap Indonesia Masbaga Investama di perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.
 
Menurut dia, pernyataan NVL itu merupakan jawaban terhadap permintaan manajemen NNT kepada perusahaan lembaga pembiayaan itu pada 19 Agustus 2011.
 
"Mereka [NVL] telah melepas default PoA [power of attorney] terhadap Indonesia Masbaga Investama [IMI] pada Jumat, 16 September. Pencabutan itu merupakan wujud iktikad baik kami. Dengan adanya surat itu, kami mengharapkan semua proses divestasi itu bisa berjalan dengan baik," ujarnya beberapa waktu lalu.(sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top