Lion Air bersiap dirikan maskapai full service

JAKARTA: Setelah mengklaim mampu meningkatkan ketepatan waktu terbang , maskapai penerbangan Lion Air berencana mendirikan anak usaha baru yakni penerbangan dengan layanan penuh atau full service yang ditarget rampung 2012.“Kami akan membuka usaha
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 18 September 2011  |  14:29 WIB

JAKARTA: Setelah mengklaim mampu meningkatkan ketepatan waktu terbang , maskapai penerbangan Lion Air berencana mendirikan anak usaha baru yakni penerbangan dengan layanan penuh atau full service yang ditarget rampung 2012.“Kami akan membuka usaha penerbangan pasar full service. Sekarang sedang dibentuk anak usaha untuk mewujudkan rencana tersebut. Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) juga tengah diurus ke regulator,” tutur Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, saat menerima kedatangan pesawat terbarunya jenis Boeing 737-900 ER di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng-Sabtu. Pesawat ke-50 dari 178 yang telah di pesan dari Boeing Company l, Seattle, Amerika Serikat itu akan hadir seluruhnya hingga 2016 mendatang.Edward menambahkan perseroan harus membentuk anak usaha baru khusus menggarap segmen full service karena tipe layanan ini berbeda dengan pasar yang biasanya dilayani yakni budget traveler atau tarif rendah. “Untuk menggarap segmen ini Air Operation Certificate (AOC) tidak boleh sama dengan Lion Air. Selain itu kemampuan pesawat dan sumber daya manusia juga berbeda. Karena itu persiapannya harus matang. Diperkirakan pada November tahun depan baru terealisasi,” katanya.Menurut dia, untuk menggarap segmen full service, perseroan akan mengalokasikan sekitar 12 pesawat tipe Boeing 737-900 ER yang telah dimodifikasi interiornya sesuai dengan segmen yang dilayani. “Kami sekarang telah memiliki 50 pesawat tipe Boeing737-900 ER, hingga akhir tahun nanti akan menjadi 54 unit. Pada 2016 akan menjadi 178 unit,” katanya.Saat ini Lion Air dan anak usahanya, Wings Air, telah mengoperasikan 92 pesawat yang terdiri dari Boeing 747-400, Boeing 737-400, Boeing 737-300, dan MD 90 yang melayani 53 kota untuk rute domestic dan 6 rute luar negeri. Sehari ada sekitar 500 penerbangan yang dilakoni oleh armada Lion Air.Sebelumnya, maskapai Sriwijaya Air juga telah mencanangkan pada awal 2012 akan memberikan layanan full services tanpa harus mendirikan anak usaha. Armada yang digunakan rencananya adalah 20 unit Boeing 737-800 NG dan 20 unit Embraer 190. Di Indonesia pemimpin pasar full services adalah Garuda Indonesia.Perbaiki OTPSetelah sempat mendapat sanksi dari regulator karena paling sering delay atau terlambat terbang pada Juli lalu, Lion Air mengklaim on time performance (OTP) sudah naik hingga mendekati 90%.Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana mengungkapkan maskapainya telah berhasil meningkatkan On Time Performance (OTP).”Saya akui OTP Lion Air beberapa waktu lalu sempat jelek yakni sekitar 66,45%. Namun setelah melakukan perbaikan, pada Lebaran lalu OTP berhasil naik menjadi 89%. Kami optimistis angka OTP di atas 80% itu bisa dipertahankan. Untuk semua ini kami ada pengorbanan yakni terjadinya potensi kehilangan pendapatana karena pesawat di-grounded,” tegasnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top