Pemerintah enggan disalahkan soal iklim investasi

JAKARTA:  Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan minta pihak tertentu tidak mendiskreditkan kebijakan pemerintah serta mengeneralisirnya sebagai pemicu dunia investasi untuk sektor usaha kecil dan menengah tidak kondusif bagi investor asing.”Semua
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 18 September 2011  |  14:25 WIB

JAKARTA:  Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan minta pihak tertentu tidak mendiskreditkan kebijakan pemerintah serta mengeneralisirnya sebagai pemicu dunia investasi untuk sektor usaha kecil dan menengah tidak kondusif bagi investor asing.”Semua negara pasti memiliki keunggulan dan kekurangan. Akan tetapi hendaknya kekurangan kita itu jangan dijadikan sebagai alasan utama bahwa iklim menanam investasi di Indonesia kurang kondusif,” ujar Sjarifuddin Hasan kepada wartawan, hari ini.Menurut dia, jika ada organisasi ingin mengeluarkan satu kesimpulan, sebaiknya dilakukan pencarian data dan fakta akurat. Setelah itu bisa diterima berbagai pihak bahwa ucapan tersebut sesuai demean kondisi di lapangan.Diakui, dari sisi infrastruktur Indonesia memang masih perlu ditingkatkan, namun sisi ini tidak lantas membuat semua investasi asing menarik diri dari Indonesia. “Mereka harus memberikan data berapa perusahaan asing ke luar dari Indonesia, dan berapa yang masuk.”Harry Warganegara, Ketua Bidang Perdagangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengemukakan bahwa berbagai infrastruktur untuk mendukung kegiatan iklim invetasi di Indonesia belum mendukung kegiatan usaha asing.Itu sebabnya Research in Motion (RIM) sebagai produsen seluler Blackberry (BB) lebih memilih Malaysia menjadi homebase-nya ketimbang. Peralihan itu menurut Hipmi menjadi pukulan telak bagi dunia investasi nasional.Sjarifuddin Hasan mengemukakan, Toyota juga diketahui meninggalkan Malaysia, namun tidak ada pesoalan yang dikemukakan tokoh bisnis negaa tetangga trersebut. Jadi, katanya, ketika RIM hengkang ke Malaysia, bukan berarti iklim investasi di Indonesia kurang kondusif.”Jangan-jangan lebih banyak investasi yang masuk ke Indonesia ketimbang yang ke luar dari Indonesia. Namun dalam penilaian kami, keluar atau masuk investasi asing sebagai satu hal yang biasa terjadi dalam iklim investasi,” tukas Sjarifuddin Hasan.Menurut Menkop dan UKM, dari sisi infrastruktur Indonesia mungkin kalah bersaing, akan tetapi Indonesia juga memiliki beberapa keunggulan bagi investor. Misalnya, Indonesia memiliki keunggulan sumberdaya, kebijakan yang bagus, kebijakan fiskal serta , pertumbuhan ekonomi yang bagus.Indeks pembangunan Indonesia saat ini juga bagus. Keunggulan lain Indonesia, realtif tentram dibandingkan dengan negara lain. Yang pasti, dari sisi infrastruktur pemerintah akan pasti memperbaikinya,” ungkap Sjarifuddin Hasan.Untuk mendapat kepastian hengkangnya RIM ke Malaysia, Hipmi bahkan mengutus tim kecil ke Kanada sebagai markas besar RIM. Tim Hipmi berangkat Jumat 16 September didampingi perwakilan dari pemerintah. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top