Peternak bentuk koperasi usaha

BOJONEGORO:Sedikitnya 30 kelompok peternak sapi lokal di Desa Napis Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro mendirikan koperasi serba usaha "Lembu Seto"  untuk mendukung pengembangan cluster pembibitan sapi potong.Koperasi yang pendiriannya difasilitasi
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 17 September 2011  |  13:59 WIB

BOJONEGORO:Sedikitnya 30 kelompok peternak sapi lokal di Desa Napis Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro mendirikan koperasi serba usaha "Lembu Seto"  untuk mendukung pengembangan cluster pembibitan sapi potong.Koperasi yang pendiriannya difasilitasi Bank Indonesia Surabaya dan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya itu akan mengembangkan pembibitan sapi, penyediaan konsentrat pakan ternak dan pembuatan pupuk organik.Ketua Koperasi Lembu Seto Suyoto mengatakan usaha utama dari koperasi ini pembibitan sapi potong. Pasalnya hampir selur uh anggotanya sudah memiliki sapi."Ke depan tinggal memperbesar untuk menjadi sekala usaha dan bukan lagi hanya sebagai harta simpanan," ujarnya kepada Bisnis  di sela-sela evaluasi pemberdayaan cluster di Bojonegoro hari ini.Saat ini total sapi milik anggota koperasi Lembu Seto  mencapai 3.190 ekor. Sementara itu, kata Suyoto, sudah ada penjajakan dari Jakarta yang meminta pasokan sapi bakalan sebanyak 100 ekor.Dia optimistis dalam waktu delepan bulan kedepan sudah  dapat memenuhi permintaan tersebut.Namun  selama ini pengembangan peternakan sapi lokal di Bojonegoro terkendala persediaan bahan pakan. Terutama pada saat musim kemarau karena secara umum peternak hanya mengandalkan tanaman rambatan."Kondisi tersebut mendorong kami menggerakkan kelompok ternak agar  mengupayakan sendiri pakan ternak khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein dari konsentrat ,"Selain itu juga pengembangan usaha pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi. Dia memperkirakan tiap kelompok akan menghasilkan sedikitnya 4 ton."Untuk sementara produk pupuk ini untuk memenuhi kebutuhan pertanian setempat. Kalau sudah mencukupi baru dijual ke desa tetangga melalui koperasi.Ketua Kelompok Pengembangan Sektor Riil dan UMKM KBI Surabaya Sukiman mengatakan BI hanya memberikan stimulus dan pendampingan untuk mengubah pola pikir peternak dari sistem tradisional menjadi sekala usaha. Otoritas perbankan tersebut menggandeng Fakultas Peternakan Universitas  Brawijaya konsultan pendampingan.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top