WNI 'kuasai' Rp40 triliun rumah di Singapura

JAKARTA: Indonesia patut bangga memiliki banyak warga kaya raya, setidaknya ini tercermin dari prestasi kaum the have Merah Putih yang selalu berada di peringkat teratas pemborong properti mewah di Singapura. Sepanjang 2010 dan 2011, menurut Real
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 17 September 2011  |  12:05 WIB

JAKARTA: Indonesia patut bangga memiliki banyak warga kaya raya, setidaknya ini tercermin dari prestasi kaum the have Merah Putih yang selalu berada di peringkat teratas pemborong properti mewah di Singapura. Sepanjang 2010 dan 2011, menurut Real Estate Information System (Realis) milik Urban Redevelopment Authority of Singapore, hunian yang diborong orang Indonesia berkisar pada angka Sin$1,5 juta hingga Sin$5 juta atau setara Rp10,65 miliar hingga Rp35,5 miliar.Menurut data itu, tahun lalu lebih dari setengah dari 1.706 atau 50,9% membeli properti pada kisaran Rp10,65 miliar hingga Rp35,5 miliar tersebut. Andai kita bagi rata-rata harga terendah dan termalah maka terdapat angka Rp23,075 miliar per satu unit properti. Dengan jumlah pembeli sebanyak 1.706 orang, berarti harga rumah yang dibeli WNI mencapai Rp40 triliun.Hingga Agustus tahun ini, URA mencatat terdapat hampir separuh dari 847 (45,8%) pembeli properti di Singapura asal Indonesia yang membeli jenis properti mewah tersebut. Yang lebih hebat, orang-orang Indonesia sejak 11 tahun terakhir merupakan pemilik terbanyak properti super mewah di Singapura yang per unitnya dihargai di atas Rp35,5 miliar, jumlah tersebut terus meningkat hingga saat ini. Beberapa pengamat pasar percaya bahwa Indonesia akan terus menjadi salah satu pembeli asing terbesar properti Singapura untuk tahun-tahun mendatang, meskipun Orang Kaya Baru (OKB) China dan India juga akan menyerbu Singapura."Indonesia menikmati periode stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi. Dengan iklim yang positif, kami melihat manfaat, dan investasi ke Singapura di semua bidang, "kata Christopher Fossick, managing director Singapura & Asia Tenggara di Jones Lang LaSalle (JLL) di Business Times.Untuk memanfaatkan potensi tersebut, JJL mengakuisisi mitra lama di Indonesia untuk membentuk perusahaan terbesar layanan real di Singapura.Ong Teck Hui, Kepala penelitian dan konsultasi di Perumahan Credo Real, mencatat bahwa Singapura disukai oleh Indonesia karena di sini merupakan tempat yang sering dikunjungi untuk urusan bisnis, lokasi sekolah, pusat kesehatan sehingga menjadi tempat yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti."Tapi alasan utama mengapa Indonesia berinvestasi di pasar properti kami adalah persepsi mereka tentang Singapura sebagai tempat yang aman bagi investasi mereka," kata Ong. Mereka [orang kaya Indonesia], lanjut Ong, telah mengalami ketidakpastian politik di Indonesia, misalnya, kekerasan dalam kerusuhan Mei 1998, dan merasa lebih nyaman untuk menyimpan sebagian dari kekayaan mereka di Singapura yang stabilitas secara politik dan ekonomi. Data URA menunjukkan pada 2000 baru terdapat 340 orang Indonesia yang membeli properti di Singapura rata-rata membeli prperti pada kisaran Sin$7,1 miliar hingga Rp10,65 miliar. Chief Operating Officer of Far East Organization Property Sales Chia Boon Kuah dalam pernyataan resminya hari ini mencatat tiga distrik properti mewah incaran orang-orang kaya Indonesia adalah hunian Bukit Timah Area, Central District (CBD), dan East Coast. Beberapa lagi di The Clift di CBD, Floridian di Bukit Timah Road dan The Cape di Amber Road atau daerah yang baru dibangun seperti di euHabitat di Jalan Eunos dan Waterfront Isle yang ada di muka Bedok Reservoir. Namun, menurut senior manajer peneliti Asia-Pasifik Cushman & Wakefield, Ong Kah Seng, seiring meningkatnya eksekutif muda asal Indonesia menyebabkan terjadinya tren baru kepemilikan properti di Singapura. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top