Perkebunan Nusantara XII incar kenaikan omzet 10%

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 September 2011  |  14:36 WIB

 

JEMBER: Omzet PT Perkebunan Nusantara XII tahun ini diyakini naik menjadi Rp1,1 triliun atau naik 10% dari pendapatan 2010 senilai hampir Rp 1 triliun melalui pembudidayaan karet, kopi, kakao, teh dan kayu-kayuan.
 
Direktur Sumberdaya Manusia dan Umum PTPN XII Soewarno mengatakan komoditas tanaman keras itu masih menjadi andalan dalam meningkatkan pendapatan, meskipun sejak beberapa tahun terakhir BUMN tersebut melakukan diversifikasi usaha. 
 
Menurut dia, beberapa pengembangan usaha sejak beberapa tahun terakhir mengontribusikan pendapatan cukup besar antara lain pembuatan gula kelapa, agrowisata, budidaya hortikultura/tanaman semusim.
 
Melalui fokus terhadap bisnis inti serta perluasan usaha dapat membukukan pendapatan hampir Rp1 triliun dengan keuntungan Rp100,9 miliar pada 2010.
 
"Kami optimistis tahun ini mampu mencapai target revenue yang dipatok naik menjadi Rp1,1 triliun dan laba Rp110 miliar. Kenaikan revenue dikontribusikan bertambahnya tanaman karet yang sudah berproduksi," ujarnya di sela-sela acara Halal Bihalal Keluarga PTPN XII hari ini.
 
Soewarno tidak menyebutkan berapa realisasi pendapatan BUMN tersebut hingga semester I tahun ini, tetapi dia meyakini hingga akhir Desember mendatang bisa melampaui pendapatan pada 2010.
 
Kenaikan pendapatan tahun ini terutama didukung oleh hasil sadapan tanaman karet, di mana luasan tanaman menghasilkan komoditas tersebut tahun ini mencapai 7.000 hektare dari total areal 16.000 hektare. 
 
Perkembangan tersebut tercapai atas peremajaan tanaman karet sejak beberapa tahun lalu.Sementara itu tanaman karet belum menghasilkan yang kini seluas 9.000 hektare diproyeksikan dapat menghasilkan pada 2016 mendatang, 
 
Areal karet yang tercatat 16.000 hektare merupakan bagian dari total konsesi PTPN XII seluas 80.927 hektare tersebar di 34 kebun di Jawa Timur. Keseluruhan lahan dioptimalisasikan guna menghasilkan pendapatan, melalui pengembangan hortikultura bernilai ekonomis tinggi semisal strawberry, melon varietas unggul, kentang dan lainnya lagi.
 
"Kami terus menggali pendapatan dengan memanfaatkan potensi lahan di masing-masing perkebunan, namun tetap fokus terhadap bisnis inti," papar Soewarno. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A Chevny

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top