Angkasa Pura tolak Incheon & GMR Group

JAKARTA: PT Angkasa Pura II menolak tawaran kerja sama Incheon International Aiport Corporation (Korea Selatan) dan GMR Group (India) untuk mengembangkan terminal penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.Dirut AP II Tri S. Sunoko mengatakan pihaknya
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 15 September 2011  |  18:25 WIB

JAKARTA: PT Angkasa Pura II menolak tawaran kerja sama Incheon International Aiport Corporation (Korea Selatan) dan GMR Group (India) untuk mengembangkan terminal penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.Dirut AP II Tri S. Sunoko mengatakan pihaknya ingin agar pengembangan terminal penumpang dilakukan hanya oleh perseroan."Kalau pihak lain mau mengembangkan daerah komersial, seperti mal dan tempat parkir, silahkan. Untuk terminal penumpang, kami bangun sendiri," paparnya hari ini di Kementerian BUMN.Dia menuturkan AP II sedang membuat desain dasar pengembangan bandara tersibuk di Indonesia itu. Beberapa waktu lalu, AP II telah merampungkan rencana induk."Setelah desain dasar, kami akan membuat desain konseptual. Kalau tender proyek diperkirakan pada kuartal I atau II tahun depan. Yang jelas pada 2014 harus sudah ada yang bisa diresmikan," paparnya.Untuk kebutuhan dana pengembangan sebesar Rp11,7 triliun, kata Tri, pihaknya akan mengkaji beberapa opsi termasuk penerbitan obligasi dan fasilitas pinjaman perbankan.Dia menuturkan pada tahun ini AP II ditargetkan minimal bisa meraih laba bersih Rp900 miliar atau sama dengan realisasi 2010. "Laba bersih bisa sama dengan tahun lalu sudah bagus, karena tahun ini kami menginvestasikan Rp2 triliun untuk pengembangan sejumlah bandara antara lain di Bandung, Pekanbaru, Jambi, dan Palembang. Kapasitas di bandara-bandara tersebut bisa meningkat dua kali lipat," jelas Tri.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top