Penguatan konektivitas pelayanan logistik mendesak

JAKARTA: Program penguatan konektivitas nasional dalam pelayanan logistik dirasa mendesak untuk menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi Asean. Oleh karena itu BUMN yang bergerak dalam bidang ini dituntut untuk menekan biaya logistik nasional.Deputi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 September 2011  |  14:06 WIB

JAKARTA: Program penguatan konektivitas nasional dalam pelayanan logistik dirasa mendesak untuk menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi Asean. Oleh karena itu BUMN yang bergerak dalam bidang ini dituntut untuk menekan biaya logistik nasional.Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementrian BUMN Sumaryanto Widayantin mengatakan Indonesia Logistics Community Services (ILCS) merupakan langkah yang diambil BUMN untuk mencapai tujuan tersebut."Pengurangan biaya logistik sangat mendesak untuk dilakukan. Melalui ILCS ini, pelabuhan yang ada di Indonesia bisa menambah kapasitas hingga 40% tanpa harus membangun hard infrastruktur riil," jelasnya dalam penandatanganan MoU ILCS oleh 16 BUMN hari ini.Sumaryanto menjelaskan Indonesia belum siap untuk menghadapi liberalisme Masyarakat Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC) karena masih kurangnya koneksi antar moda transportasi.Sementara itu Indonesia juga harus menghadapi persaingan di sektor logistik yang semakin ketat. Menurutnya, pihaknya mendorong pelaku usaha dan jaringan logistik nasional agar bisa lebih kompetitif dengan menekan biaya logistik.ILCS merupakan layanan logistik elektronik yang berbasis soft infrastruktur. "Ini adalah pelayanan logistik berbasis internet yang merupakan solusi yang out of the box," tuturnya.Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II RJ Lino menjelaskan ILCS bertujuan untuk menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan, menghubungkan daerah tertinggal, dan menghubungkan daerah terpencil."ILCS adalah layanan end-to-end yang bertujuan mewujudkan konektivitas nasional untuk pencapaian tiga tujuan tersebut secara serempak," katanya.Dia menambahkan ILCS bertugas untuk memudahkan pengguna layanan logistik, memonitor dan mengatur aliran barang, dokumen, dan pembayaran, serta melakukan tata kelola aset mereka seperti kapal, truck, kargo, dan kontainer dengan mudah, murah, dan aman.Dengan adanya sistem ini, Lino menjelaskan, diharapkan aktivitas bongkar muat barang terutama di pelabhan dapat dipotong dari 5 higga 6 hari menjadi 1 hingga 3 hari saja. Dalam 4 tahun kedepan biaya logistik Indonesia dapat turun dari 30% dari biaya produksi menjadi 15% didukung oleh infrastruktur yang siap sehingga dapat menyaingi Malaysia, Jepang, bahkan AS.Hari ini telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk program penguatan konektivitas nasional melalui ILCS oleh 16 BUMN yang bergerak di bidang pelayanan logistik antara lain PT Pelindo, PT Telkom Tbk, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pusri, PT Pos Indonesia, PT Angkasa Pura, PT Semen Gresik, dan Perum Bulog.Lino menambahkan investasi untuk pembangunan ILCS ini tidak terlalu banyak karena hanya berupa software sedangkan total belanja operasi belum ditentukan. Diharapkan ILCS sudah dapat digunakan akhir tahun ini.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top