'Virus' Klinik KUMKM Jatim bisa ditularkan ke provinsi lain

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 September 2011  |  10:49 WIB

 

SURABAYA: Kalangan akademisi dan asosiasi usaha kecil menengah di Jawa Timur menilai pola pengembangan koperasi usaha mikro kecil menengah (KUMKM) melalui pengoperasian Klinik KUMKM dan gedung pamer oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur layak ditiru provinsi lain.
 
Namun, sinergi lintas instansi perlu diperkuat agar pembinaannya lebih optimal, termasuk dengan BUMN maupun swasta yang juga memiliki program serupa.
 
Ketua Forum Daerah Usaha Kecil Menengah (Forda UKM) Jawa Timur Nur Cahyudi mengatakan fasilitasi yang dikembangkan Dinkop dan UMKM Jatim berupa aneka layanan pendampingan/pelatihan cukup memenuhi kebutuhan calon pengusaha maupun pengusaha mikro yang hendak naik kelas menjadi pengusaha kecil bahkan skala menengah.
 
“Penyediaan Klinik KUMKM maupun fasilitas lainnya untuk mempromosikan produk UMKM merupakan tugas pemerintah, maka sudah selayaknya Dinkop dan UMKM Jatim mengupayakan pemunculan wirausahawan baru dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM,” tuturnya kepada Bisnis di Surabaya hari ini.
 
Nur menambahkan pola pengembangan sektor usaha tersebut akan lebih optimal manakala sinergi lintas instansi lebih diperkuat. Sebagai contoh, sesudah calon pengusaha diberikan pelatihan singkat tentang berbagai jenis usaha di Klinik KUMKM Jatim, maka perlu disediakan tempat usaha agar dapat mempraktekkan kegiatan bisnis.
 
Penyediaan tempat itu perlu melibatkan instansi lain seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur maupun tingkat kabupaten/kota.
 
Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windiarto menyatakan pola pengembangan KUMKM melalui pengoperasian klinik usaha dan fasilitas pameran produk UKM layak ditiru provinsi lain, karena sistem pengorganisasiannya cukup profesional.
 
“Namun, perlu dilakukan riset apakah pola pengembangan yang dilakukan Dinkop dan UMKM Jatim mampu memecahkan solusi sekaligus peningkatan kinerja KUMKM yang dibina,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.
 
Dinkop dan UMKM Jatim sejak 2008 mengoperasikan Klinik KUMKM dengan 10 layanan: konsultasi bisnis, informasi bisnis, advokasi/pendampingan, pelatihan singkat, akses pembiayaan, akses pemasaran, pusat pustaka entrepreneur, mobil klinik keliling, IT entrepreneur dan TV UKM Jatim online.
 
Pola pengembangan KUMKM itu banyak menarik provinsi lain untuk mengadopsinya antara lain Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) akan mengikuti langkah Dinkop dan UMKM Jatim. (ln).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A Chevny

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top