JICA serius biayai 3 proyek infrastruktur DKI

JAKARTA: Japan International Corporation Agency memantapkan kembali dukungannya terhadap pembangunan 3 proyek insfrastruktur mass rapid transit dan pengolahan limbah serta pengembangan kawasan prioritas metropolitan di Jakarta.Gubernur DKI Jakarta Fauzi
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 15 September 2011  |  13:49 WIB

JAKARTA: Japan International Corporation Agency memantapkan kembali dukungannya terhadap pembangunan 3 proyek insfrastruktur mass rapid transit dan pengolahan limbah serta pengembangan kawasan prioritas metropolitan di Jakarta.Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan kesungguhan pihak Japan International Corporation Agenci (JICA) terlihat dari aktivitasnya setiap 6 bulan sekali melakukan pemeriksaan terhadap perkembangan 3 proyek yang sangat penting bagi Ibu Kota tersebut.“Setiap 6 bulan sekali datang ke Jakarta untuk menginspeksi dan memeriksa 3 proyek itu kemudian melaporkan progresnya kepada saya,” katanya seusai menerima Director General of Southeast Asia and Pacific Department JICA Koki Hirota di Jakarta hari ini.Fauzi mengatakan 3 proyek yang sedang dikerja samakan pembangunannya antara Pemprov DKI Jakarta dan JICA adalah mass rapid transit (MRT), pengolahan air limbah dan pengembangan kawasan prioritas metropolitan atau metropolitan priority area.Berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi yang dilaksanakan pihak JICA, imbuh dia, proyek pembangunan MRT mencapai progres yang cukup baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan bersama.Menurut dia PT MRT Jakarta, sebagai pelaksana pembangunan subway, tengah memproses prakualifikasi tender fisik yang dijawalkan selesai akhir September 2011, kemudian dilanjutkan dengan proses tender fisik sehingga pada Juli 2012 penggalian tanah untuk trowongan dapat dimulai.Selanjutnya, kata dia, pekerjaan konstruksi dimulai dengan membangun stasiun MRT Dukuh Atas yang merupakan stasiun interchange karena terintegrasi dengan moda angkutan umum yang lain yaitu kereta rel listrik (KRL) rute Manggara-Tanah Abang serta halte buswa Transjakarta.Fauzi juga menjelaskan JICA memberikan asistensi terhadap penyusunan sistem pengolahan air limbah kota Jakarta, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan sistem pengolahan air limbah yang sudah beroperasi di kawasan Setiabudi, Jakarta Pusat.“Dengan masterplan ini, sistem pengolahan air limbah akan diperluas untuk mencakup sebagian besar wilayah Ibu Kota dan sekialigus akan menjadi proyek percontohan di Jakarta,” ujarnya.Menurut gubernur pengembangan Jakarta menjadi metropolitan priority area juga merupakan bagian dari perluasan rencana pembangunan megapolitan yang tertera danap rancangan peraturan daerah rencana tata ruang wilayah DKI 2011-2030.“Jadi proyek yang mendapatkan asistensi dari JICA itu dalam lingkup yang lebih luas termasuk pengembangan pembangunan infrastruktur, transportasi, bandar udara dan pelabuhan laut yang merupakan bagian dari perencanaan,” ujarnya.Sementara itu Director General of Southeast Asia and Pacific Department JICA Koki Hirota mengatakan semuanya yang terkait dengan tahapan pembangunan MRT tahap pertama Lebak Bulus-Bunderan HI masih berjalan sesuai rencana.“Kami yakin prakualifikasi tender MRT akan segera selesai sehingga bisa dilanjutkan dengan proses tender fisik dan pada pertengahan 2012 sudah bisa dilakukan pembangunan fisiknya,” ujarnya.Menurut Deputi Bidang Transportasi, Industri dan Perdagangan Gubernur DKI Jakarta Sutanto Soehodho mengatakan dalam pertemuan antara Fauzi dan Hirota juga dibahas konsep pengembangan moda transportasi kereta api (KA) Ibu Kota.Konsep pengembangan KA di Jakarta, lanjutnya, jangan dilihat dari lingkup regional, tetapi secara nasional, agar pengembangan kapasitasnya tidak hanya sekedar menambah jumlah gerbong atau lokomotif, melainkan harus meningkatkan kapasitas relnya.“Bahkan kalau bisa, di sepanjang stasiun KA harus terjadi pertumbuhan dan pergerakan ekonomi, seperti yang telah dilakukan Jepang, Taiwan, Cina, Vietnam dan Korea,” ujarnya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top