DPR setujui produksi minyak dan ICP

JAKARTA: Komisi VII DPR menyepakati besaran produksi minyak tahun depan 950.000 barel per hari dan besaran harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$90 per barel. Menteri ESDM ad interim yang sekaligus Menko Perekonomian
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 September 2011  |  16:44 WIB

JAKARTA: Komisi VII DPR menyepakati besaran produksi minyak tahun depan 950.000 barel per hari dan besaran harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$90 per barel. Menteri ESDM ad interim yang sekaligus Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan terkait angka produksi 950.000 barel yang sesuai Nota Keuangan, meski dinilai moderat, namun pemerintah dan BP Migas terus berupaya mencapai target itu. "Angka 950.000 barel itu moderat, kami tidak terlalu pesimis dan tidak terlalu optimis. Tapi 950.000 barel itu harus kita kejar," ujarnya di sela-sela rapat kerja bersama Komisi VII DPR hari ini. Hatta mengatakan upaya mencapai target tersebut di antaranya dengan menekan laju penurunan alamiah produksi (decline rate) dari 12% menjadi 3% dengan cara optimasi produksi dari lapangan eksisting. "Memang natural decline kita 12%. Tapi kalau kita tidak melakukan usaha apa-apa, sejak tahun 1990 tidak akan tercapai target produksinya. Bahkan sekarang produksi 900.000 barel saja juga mungkin tidak tercapai," jelasnya. Caltex, yang saat ini Chevron, sekitar tahun 2000 lalu melakukan penerapan teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery) sebagai bagian dari upaya agar natural decline tidak mencapai 12%. Pemerintah ke depannya, lanjut Hatta, terus melakukan upaya maksimal agar rata-rata decline rate di level 3%. "Selalu saja ada risiko terhadap effort yang kita lakukan, ada hambatan. Tapi sebenarnya produksi minyak ekuivalen kita terus meningkat. Untuk mencapai 950.000 barel, kita lihat satu-satu perusahaan migasnya, ini yang harus kita jaga produksinya," ujar Hatta. (tw)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top