Kementerian Kelautan ekspansi ke bisnis air minum kemasan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 September 2011  |  16:58 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan menganggarkan Rp45 miliar untuk pembangunan alat desalinasi air laut. 
 
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan anggaran itu diambil dari tambahan APBN KKP 2011 senilai Rp425 miliar. Alat desalinasi air laut tersebut digunakan untuk mengolah air laut dalam menjadi air minum kemasan. 
 
“Ini tahap pertama. Kami baru lihat teknologi Jepang dengan kedalaman 350 m. Teknologi sudah kita miliki. Ini [anggaran] baru kami bikin Rp45 miliar, ke depan jumlahnya lebih besar,” katanya saat rapat kerja antara KKP dengan Komisi IV DPR kemarin.
 
Sekretaris Jenderal KKP Gellwyn Yusuf memaparkan saat ini KKP tengah meneliti sampel air laut di beberapa titik air laut dalam di Indonesia. 
 
Titik air laut dalam yang berpotensi besar diolah jadi air minum kemasan yakni perairan Pelabuhan Ratu Jawa Barat, perairan sekitar Pulau Biak, Selat Lombok, dan perairan Kupang di Nusa Tenggara Timur. 
 
“Berdasarkan kondisi alam, tidak semua perairan laut dalam di Indonesia bisa dijadikan sumber. Tidak semua lokasi pun bebas polusi. Ini memang sedang kami uji coba. Waktu saya jadi kepala litbang [Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan] itu sudah jadi prioritas,” tuturnya kepada Bisnis.
 
Hingga saat ini baru satu perusahaan yang mengolah air laut menjadi mineral, yakni PT Omega Tirta Kyowa di Serangan, Bali. 
 
Perusahaan yang mengekspor produknya ke Jepang itu akan membuka cabang dengan sektor usaha serupa di Papua. Gellwyn mengatakan niat investor untuk buka usaha ditentukan oleh salah satunya dukungan pemerintah daerah. 
 
PT Omega Tirta Kyowa, menurutnya, didukung iklim usaha yang baik. Gellwyn menuturkan kondisi ini berbeda dengan seorang investor yang hendak buka usaha di sebuah daerah. Niatnya tidak jadi diwujudkan karena pemerintah daerah sudah minta imbalan sebelum proyek dilaksanakan. 
 
“Ada tempat lain belum apa-apa kepala daerah sudah menentukan sekian sekian, pajak sekian. Kebetulan Pak Freddy Numberi [mantan menteri kelautan dan perikanan] orang sana [Papua] Jadi usaha ini [PT Omega Tirta Kyowa] tidak dimacam-macamin oleh pejabat daerah,” kata Gellwyn. 
 
Dia memprediksi di masa mendatang bisnis pengolahan air laut dalam menjadi air minum kemasan amat menguntungkan. Sebab, permintaan dari Eropa sangat besar dengan harga jual tinggi. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top