Banjir dana asing ancam disiplin pelaku ekonomi

JAKARTA: Wapres Boediono mengingatkan para pelaku ekonomi di Tanah Air atas maraknya dana asing yang masuk ke Indonesia, karena bisa menggoda masyarakat untuk bersikap tidak disiplin. Menurut Boediono, kesulitan terbesar dalam mempertahankan disiplin
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 September 2011  |  00:00 WIB

JAKARTA: Wapres Boediono mengingatkan para pelaku ekonomi di Tanah Air atas maraknya dana asing yang masuk ke Indonesia, karena bisa menggoda masyarakat untuk bersikap tidak disiplin. Menurut Boediono, kesulitan terbesar dalam mempertahankan disiplin para pelaku ekonomi adalah tingginya arus dana global dalam skala sangat besar. Hal ini bahkan cenderung mengerdilkan kemampuan menangkal setiap negara.

“Ini adalah masalah yang harus dipecahkan dalam tingkat global, mencakup masalah arsitektur dan regulasi keuangan global, koordinasi kebijakan makro antarnegara, sampai kebijakan nasional yang tepat untuk menangkal dampak negatif dari arus dana global tersebut,†ujar Wapres saat membuka seminar Strategi Perekonomian Global Indonesia, hari ini.

Menurut Boediono, negara-negara di dunia saat ini tengah bekerja sama untuk menangkal dampak negatif tingginya arus dana asing itu. Kerja sama itu dalam bentuk penataan arsitektur dan regulasi keuangan global, koordinasi kebijakan makroekonomi antarnegara, maupun kebijakan nasional. “Indonesia harus aktif dalam forum internasional yang membicarakan hal tersebut. Agar kepentingan kita, kepentingan nasional, terakomodasi," katanya.

Di Kantor Wapres, Menteri Keuangan Agus D.W Martowardojo menjelaskan pemerintah saat ini memang memantau arus dana asing yang masuk ke Indonesia. Namun, kata dia, sejauh ini arus dana global itu belum perlu dikhawatirkan. "Dana asing yang masuk ke Indonesia masih tertib. Memang banyak masuknya ke portofolio, tetapi kita lagi upayakan supaya uang asing masuk ke direct investment [investasi langsung]," tuturnya.

Menurut Agus, strategi memanfaatkan dana asing secara maksimal adalah dengan mengalihkan dana asing dari sektor finansial ke penanaman modal langsung. Caranya, dengan menjaga kualitas neraca, fiskal, perbankan, dan posisi kompetitif Indonesia di peta ekonomi dunia.Di level internasional, lanjutnya, kondisi keuangan negara memang tak seragam. Ada negara yang memang surplus dana asing, ada pula yang malah defisit. “Dalam forum kelompok G-20 Indonesia menekankan harus ada koordinasi agar neraca pembayaran dunia lebih sehat,†jelasnya.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top