Pompanisasi waduk tak didukung anggaran khusus

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 September 2011  |  19:08 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum mengaku tidak mendapatkan anggaran khusus untuk pompanisasi waduk dan bendungan terkait krisis air yang saat ini masih melanda.
 
Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Mochammad Amron mengatakan alokasi pemrograman pompanisasi sebesar Rp1,7 triliun yang disiapkan untuk mengatasi kekeringan hanya untuk lahan pertanian. Dana tersebut berasal dari alokasi dana kontijensi pangan di luar waduk dan irigasi yang dikelola Dirjen SDA.
 
"Belum dapat anggaran lebih lanjut (Rp1,7 triliun) dari pemerintah. Mungkin itu untuk lahan pertanian, di luar irigasi," ucapnya.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PU Danny Sutjiono menurutnya Kementerian PU tidak memiliki alokasi khusus, sebab krisis air yang saat ini melanda merupakan sesuatu yang selalu terjadi dalam musim kemarau panjang.
 
"Jadi ngga ada alokasi tambahan khusus dari pemerintah sementara ini, 724 mobil tangki sudah kita sediakan selanjutnya daerah yang memasok air bersih untuk masyarakat. Kecuali kalau perkembangannya lebih mungkin bisa," ucapnya.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta rajasa mengatakan pemerintah akan menggunakan dana kontijensi sebesar Rp1,7 triliun untuk program pompanisasi  air bawah tanah yang berasa dari dana kontijensi pangan. 
 
Anggaran tersebut rencananya akan ditujukan untuk penyediaan air bersih di daerah yang berpotensi kekeringan, termasuk irigasi dan pertanian dalam menghadapi musim kering ekstrim. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dewi Andriani

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top