Kadin rancang program atasi pengangguran

JAKARTA: Kadin Indonesia merancang program lima tahun di antaranya untuk pengembangan standar kompetensi kerja, program diklat pengembangan ekonomi daerah, pemagangan, keselarasan pendidikan dengan dunia usaha dan peningkatan akses, serta kualitas kesehatan.James
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 14 September 2011  |  15:34 WIB

JAKARTA: Kadin Indonesia merancang program lima tahun di antaranya untuk pengembangan standar kompetensi kerja, program diklat pengembangan ekonomi daerah, pemagangan, keselarasan pendidikan dengan dunia usaha dan peningkatan akses, serta kualitas kesehatan.James T. Riady, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang tenaga kerja, pendidikan dan kesehatan, mengatakan tantangan yang dihadapi organisasi ini sebagai mitra pemerintah adalah ikut serta meningkatkan kualitas SDM dan mengatasi masalah pengangguran."Program tersebut menjadi bentuk komitmen Kadin Indonesia bersama pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran," ujarnya di sela-sela Halal Bihalal Kadin Indonesia bidang tenaga kerja, pendidikan dan kesehatan, hari ini.Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulistio mengungkapkan sebagai upaya mengatasi pengangguran pihaknya akan mengadakan seminar dan membuat bursa kerja bagi sejuta lapangan kerja dan wirausahawan pada Oktober.Dalam kesempatan yang sama, Wakil Mendiknas Fasli Jalal menuturkan tentang program peningkatan sumber daya manusia dan iptek dalam rangka masterplan percepatan program pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).Dia menyatakan peningkatan SDM dan iptek ditujukan untuk mendukung pengembangan enam koridor ekonomi yang di dalamnya melibatkan pengembangan 31 jenis komoditas.  "Hal ini merupakan tantangan dan sekaligus peluang bagi dunia usaha khususnya Kadin Indonesia dalam ikut serta mengembangkan ekonomi daerah dalam rangka perluasan lapangan kerja," jelasnya.Apalagi, lanjutnya, lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk bidang studi khusus, seperti sarjana teknik sangat terbatas, sekitar 37.000 orang lulusan per tahun.Menurut dia, jumlah tersebut sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan jumlah lulusan sarjana teknik dari China yang rata-rata per tahun sekitar 600.000 orang dan di India ada 450.000 orang per tahun. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top