Pusat pemasaran ikan Muara Baru telan Rp350 miliar

JAKARTA: Pemerintah akan bangun Pusat Pemasaran Ikan (PPI) Muara Baru dengan anggaran Rp350 miliar dari APBN 2012-2013.Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad mengatakan alokasi anggaran Rp350 miliar itu terdiri dari pembangunan utama Rp250 miliar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  18:24 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan bangun Pusat Pemasaran Ikan (PPI) Muara Baru dengan anggaran Rp350 miliar dari APBN 2012-2013.Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad mengatakan alokasi anggaran Rp350 miliar itu terdiri dari pembangunan utama Rp250 miliar dan pembangunan pendukung Rp100 miliar. Anggaran Rp350 miliar itu sudah diturunkan dari rencana anggaran untuk pembangunan PPI sebelumnya yakni Rp1,7 triliun. PPI Muara Baru berada di kawasan pelabuhan perikanan samudera Nizam Zachman seluas 80 ha."Waktu saya jalan dengan menteri pekerjaan umum bulan puasa lalu ke Pelabuhan Muara Baru, di samping Muara Angke, saya malu. Muara Angke itu kumuh luar biasa. Karena itu kami hitung anggaran dan mendapat anggaran Rp350 miliar untuk membangun PPI Muara Baru ," katanya di depan anggota Komisi IV DPR sore ini.Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Deddy Sutisna mengatakan anggaran Rp350 miliar itu digunakan untuk pembangunan pusat pemasaran ikan, pembangunan instalasi sistem rantai dingin, instalasi air berih, feeder ke PPI, dan jalan akses pemasaran. "Totalnya Rp350 miliar untuk pembangunan keseluruhan yang mencapai 6,9 ha," ucapnya.Rincian anggaran Rp350 miliar itu terbagi dua. Pertama, anggaran untuk pembangunan utama PPI bersih dan higienis seluas 4 ha senilai Rp250 miliar yang akan dihabiskan pada 2012. Anggaran kedua yakni pembangunan fasilitas pendukung seluas 2,8 ha dan jalan PPI baru senilai Rp100 miliar yang diturunkan pada 2013. Jalan PPI baru menghubungkan jalan akses Muara Baru ke Muara Angke sepanjang 800 meter dengan lebar 25 meter.  "Jadi operasional dimulai pada 2012, selesai pada 2013," ucap Fadel.Rencana pembangunan PPI Muara Baru ini mencuat lantaran kondisi di pelabuhan Muara Angke tidak sesuai standar internasional. KKP mencatat prasarana fisik di sana rusak cukup serius serta fasilitas dan area pokok sudah tidak mampu menopang kegiatan pemasaran dan pengolahan.Di pelabuhan itu jumlah dan mutu pasokan air untuk mendukung kegiatan yang higienis terbatas.Dari catatan KKP, omzet di pelabuhan Muara Angke menyentuh angka Rp4,6 miliar per hari atau Rp1,6 triliun per tahun.Sebelumnya, rencana pengembangan kawasan PPI Muara Baru melalui reklamasi kolam labuh Muara Baru tidak disetujui Pemda DKI Jakarta. Padahal, pelabuhan tersebut berpotensi mengancam kelangsungan pemasaran ikan di dalam dan luar negeri. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top