Proyek bandara Husein Sastranegara dimulai akhir tahun ini

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  17:25 WIB

 

BANDUNG: Pengelola Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung berencana memulai pembangunan pengembangan terminal pada akhir tahun ini dengan investasi mencapai Rp250 miliar.
 
General Manager PT Angkasa Pura (AP) II cabang Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung Eko Diantoro mengatakan pihaknya menjadwalkan peletakan batu pertama (ground breaking) akan dilakukan Desember 2011 mendatang.
 
“Kalaupun tertunda, kami yakin penundaannya tidak akan terlalu lama sehingga paling lambat awal tahun depan proses pembangunannya sudah bisa dilakukan,” kata Eko ketika ditemui Bisnis di ruang kerjanya, hari ini.
 
PT AP II mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar untuk pembangunan terminal tahap pertama, dan proses pembangunan akan dilakukan dalam 2-3 tahap dengan total dana mencapai Rp200 miliar-Rp250 miliar.
 
Dia menjelaskan pembangunan yang sepenuhnya didanai oleh anggaran internal PT AP tersebut diproyeksikan rampung dalam 2 tahun sehingga pada awal 2014 terminal baru sudah bisa digunakan.
 
Untuk melakukan pengembangan bandara secara keseluruhan, pengelola mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak TNI AU selaku pemilik lahan, dan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang kemungkinan besar lahan serta bangunannya akan terpakai oleh bandara.
 
Hingga saat ini, secara total terminal bandara terbesar di Jabar itu hanya mempu menampung sekitar 900 orang penumpang, dan setelah pengembangan diharapkan bisa meningkat tiga kali lipat menjadi 2.700 penumpang secara bersamaan.
 
“Setelah selesai, kapasitasnya akan meningkat tiga kali lipat menjadi 2.700 orang penumpang dalam waktu bersamaan. Pengembangan ini harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan trafik penumpang di Bandara Husein
yang terus meningkat,” jelas dia.
 
Dalam setahun, di Bandara Husein hanya mampu menampung sekitar 350.000 penumpang dengan luas terminal mencapai 5.051 meter persegi. Pengelola berharap bisa memperluasnya menjadi 8.650 meter persegi dan mampu
menampung setidaknya 1 juta penumpang per tahun.
 
Eko menerangkan saat ini jumlah rata-rata penumpang di Bandara Husein mencapai 1.500 penumpang per hari, dan jumlah itu diprediksi akan meningkat karena dijadwalkan beberapa maskapai penerbangan baru akan membuka direct flight menuju Bandung.
 
“Jadi kalau kita hanya mengandalkan terminal yang ada saat ini, dalam waktu dekat pasti akan mengalami over capacity. Makanya untuk mengimbanginya, kami melakukan berbagai pengembangan di lingkungan bandara,” terang dia.
 
Sebagai gambaran, selama Agustus lalu sekitar 69.211 orang penumpang memanfaatkan Bandara Husein sebagai pintu kedatangan dan keberangkatan di Kota Bandung.
 
Dari jumlah tersebut, 18.410 orang di antaranya merupakan penumpang yang berangkat dengan rute penerbangan internasional, sedangkan 16.978 merupakan penumpang kedatangan. Sementara itu, jumlah penumpang keberangkatan domestik sebanyak 16.804 penumpang dan kedatangan  mencapai 17.019 orang.
 
Angka itu diperkirakan akan meningkat setidaknya pada Oktober mendatang setelah Garuda Indonesia berencana membuka beberapa penerbangan langsung menggunakan pesawat Boeing 737-800 dengan rencana rute awal Bandung-Batam, Bandung-Surabaya, dan Bandung-Denpasar.
 
Anak perusahaan Singapore Airlines, Silk Air juga dijadwalkan terbang perdana ke Bandung pada Oktober menggunakan pesawat jensi yang sama dan membuka rute Bandung-Singapura. (k6)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Irvan Christianto

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top