Disinsentif fiskal dinilai bukan solusi investasi

JAKARTA : Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, menilai kebijakan disinsentif fiskal melalui hambatan tarif  bukan solusi yang tepat untuk memaksa investor masuk ke Tanah Air. Utamanya yang harus dilakukan pemerintah adalah membenahi
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 13 September 2011  |  17:28 WIB

JAKARTA : Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, menilai kebijakan disinsentif fiskal melalui hambatan tarif  bukan solusi yang tepat untuk memaksa investor masuk ke Tanah Air. Utamanya yang harus dilakukan pemerintah adalah membenahi infrastruktur dasar dan mengatasi masalah ketidakpastian lahan usaha.“Kami sudah identifikasi, problematika yang dihadapi (dalam pembangunan) infrastruktur ini karena apa, karena lahan, pembebasannya sulit. Ini yang kami (harus) selesaikan dengan cepat. Tidak semua yang namanya tariff barrier bisa diterapkan,” ujar dia di kantornya, hari ini.Menurutnya, kebijakan hambatan tarif menjadi kontra-produktif dengan upaya meningkatkan investasi langsung di dalam negeri dan tidak sesuai dengan perjanjian perdagangan beabs di kawasan Asean. Namun, harus diakui perlu ada perlindungan dari pemerintah terhadap upaya perusahaan-perusahaan nasional memaksimalkan potensi pasar domestik yang cukup besar.“Makanya kita (pemerintah) itu jangan terlalu kebakaran jenggot. Jangan reaktif (dengan disinsentif). Nanti orang lihat kita itu tidak punya suatu kepercayaan diri dan policy yang firm,” tuturnya.Untuk itu, lanjut dia, upaya perbaikan daya saing ekonomi nasional jangan hanya terfokus pada investasi dan perdagangan luar negeri.

Namun, kegiatan perdagangan dalam negeri juga perlu dibenahi, a.l. menyangkut tata niaga dan berbagai pungutan yang membebani pelaku usaha.“Sejauh ini saya tidak melihat, karena masalah lahan ada investor yang hengkang (dari Indonesia). Kalau soal Blackberry itu tidak ada keluhan masalah lahan dan sebagainya, tapi dia lebih memanfaatkan pada suatu sistem perdagangan antar-negara Asean,” katanya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top