Jawa butuh investasi infrastruktur Rp799 triliun

 
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 13 September 2011  |  17:37 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah memperhitungkan kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur di kawasan koridor ekonomi Jawa mencapai Rp799 triliun dalam periode 2011-2014.
 
Adapun sektor infrastruktur yang membutuhkan pendanaan paling besar yakni sektor energi dengan kebutuhan pembiayaan sebesar Rp249 triliun, sedangkan infrastruktur jalan sebesar Rp189 triliun dan rel kereta api Rp105 triliun.
 
Menteri Pekerjaan Umum sekaligus Ketua Tim Kerja Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Koridor Jawa Djoko Kirmanto mengatakan khusus untuk realisasi investasi infrastruktur jalan dan utilitas air koridor Jawa hingga saat ini baru mencapai Rp5,91 Triliun
 
Angka tersebut, artinya baru mencapai 2,7% dari total kebutuhan pembangunan yang mencapai Rp213 triliun hingga 2014 untuk kedua sektor tersebut.
 
Rinciannya, katanya, yakni dari sektor sumber daya air sebesar Rp1,58 triliun dan sektor jalan tol maupun jalan nasional Rp4,33 triliun. Misalnya saja terealisasinya tol Trans Jawa, tol Akses Tanjung Priok dan jalan Pantura. 
 
Untuk mengejar target tersebut, Djoko mengatakan mereka akan mendorong dan memprioritaskan investasi dari sektor swasta. Pasalnya, kemampuan pemerintah untuk mendanai proyek infrastruktur terbatas anggaran APBN yang telah dituangkan dalam RPJMN tahunan. 
 
"Kita akan terus menggenjot partisipasi swasta, baik dengan sistem pembiayaan swasta murni ataupun dengan sistem kerjasama pemerintah swasta yang saat ini banyak diterapkan," ujar Djoko usai rapat tim kerja KP3EI di Jakarta hari ini. 
 
Djoko memaparkan, untuk kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur jalan dan utilitas air hingga 2014, kebutuhan terbesar ada di wilayah DKI dan Jawa Barat dengan total kebutuhan masing-masing Rp52,47 triliun dan Rp20,95 triliun. 
 
Sementara itu kebutuhan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur diperkirakan sebesar Rp 3,11 triliun dan Jawa Tengah sebesar Rp 5,5 triliun. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top