Perumnas gandeng Bakrieland garap apartemen kelas menengah

 
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 13 September 2011  |  15:26 WIB

 

JAKARTA: Perum Perumnas dan PT Bakrieland Development Tbk membangun 4 tower apartemen kelas menengah di Sentra Timur Residence di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur, dengan investasi Rp150 miliar–Rp160 miliar.
 
Teddy Robinson Siahaan, Direktur Pemasaran Perumnas, mengatakan 4 tower apartemen yang merupakan pembangunan tahap kedua tersebut ditargetkan selesai pada awal 2013.  
 
“Empat tower apartemen tersebut akan mix antara rusunami [rumah susun sederhana hak milik] seluas 36 m2 seharga Rp180 juta per unit dan apartemen seluas 45 m2 seharga Rp220 juta per unit. Investasi yang diperlukan sebesar Rp150 miliar hingga Rp160 miliar, dana itu berasal dari kas internal,” tutur Teddy saat dihubungi Bisnis, hari ini.
 
Dia menjelaskan rusunami tersebut dibangun sejak 2009 yang terdiri dari 7 menara, pada tahap pertama Perumnas dan Bakrie membangun tiga menara berisi 1.350 unit. Sentra Timur Residences merupakan kerja sama operasi (joint operation) PT Bakrie Pangripta Loka, anak usaha PT Bakrieland Development, sebesar 51% dengan Perum Perumnas 49%. 
 
Teddy menambahkan pada kerja sama tersebut Perumnas yang memiliki lahan seluas 40 hektare. Rencananya lahan tersebut akan dibangun superblok yang dilengkapi dengan perumahan vertikal bersubsidi dan sederhana, perkantoran, pusat belanja (shopping center) dan beberapa fasilitas lainnya seperti gedung pertemuan dan lainnya.
 
Saat ini, lanjutnya, usulan masterplan secara keseluruhan pada kawasan yang akan dikembangkan dalam 15 tahun sampai dengan 20 tahun tersebut masih dalam pembahasan dengan pemerintah daerah DKI Jakarta.
 
Kawasan tersebut rencananya akan dikembangkan menjadi Kota Baru Perumnas dan diharapkan menjadi pusat perekonomian baru di Jakarta Timur.
 
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah mendapat kepastian dari Kementrian Pekerjaan Umum, PT Jasa Marga dan instansi terkait untuk membangun gerbang tol Sentra Primer untuk keluar dan masuk jalan bebas hambatan di dekat Kantor Walikotamadya Jakarta Timur.
 
Walikota Jakarta Timur Murdhani mengatakan bahwa gerbang tol itu nanti menjadi akses utama bagi kawasan sentra primer baru timur yang selama ini kurang menarik bagi investor karena faktor keterbatasan akses.
 
Menurut Murdhani, banyak investor berminat membangun properti di kawasan sentra primer baru timur, namun mundur karena melihat aksesnya terbatas hanya mengandalkan jalan Penggilingan serta jalan I Gustri Ngurah Rai dan Arteri Pondok Kopi-Kranji yang kondisinya sangat padat dan lalu lintasnya rawan macet.
 
"Padahal setelah berdiri gedung Kantor Walikotamadya Jakarta Timur di dalam kawasan sentra primer baru timur itu banyak investor yang berminat masuk, di samping ada yang sudah membangun di sana seperti Group Bakrie," ujarnya
 
Dia menuturkan perumahan dan apartemen juga sudah dibangun dan akan terus berkembang seperti Sentra Timur Residence, Eramas 2000, Jakarta Garden City, Perumnas, dan Metland Menteng serta Group Bakrie akan membangun di sana sarana rekreasi air Water Park. (snd)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top