Pengusaha ritel Jatim raih omzet Rp2,1 triliun

SURABAYA: Omzet pengusaha ritel Jatim saat Ramadan dan Lebaran tahun ini mencapai Rp2,1 triliun, sedikit lebih tinggi dari proyeksi awal Rp2 triliun.Abraham Ibnu, ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim, menyatakan pencapaian omzet Lebaran
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  15:18 WIB

SURABAYA: Omzet pengusaha ritel Jatim saat Ramadan dan Lebaran tahun ini mencapai Rp2,1 triliun, sedikit lebih tinggi dari proyeksi awal Rp2 triliun.Abraham Ibnu, ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim, menyatakan pencapaian omzet Lebaran tahun ini meningkat 34,25% dibandingkan dengan tahun lalu."Lebaran tahun lalu, omzet kami hanya mencapai Rp1,57 triliun, bahkan tidak memenuhi target yang kami patok saat itu Rp1,6 triliun",  katanya kepada wartawan hari ini.Hypermarket masih menjadi lini bisnis yang memberi kontribusi terbesar yakni Rp935,3 juta. Supermarket menyumbang Rp382,8 juta, diikuti oleh minimarket dengan Rp313,8 juta. Department store berkontribusi Rp263,8 juta, sedangkan lini bisnis yang masuk dalam kategori "others", mencakup accesories maupun gadget, meraup Rp214,3 juta.Hingga Agustus tahun ini, omzet anggota Aprindo mencapai Rp11,22 triliun, 71,8% dari target akhir tahun yang dipatok Rp15,6 triliun. Tahun lalu, perolehan omzet pengusaha ritel jatim mencapai Rp13,96 triliun.Menurut Abraham, kenaikan perolehan ini dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat dengan adanya kebijakan tax refund dari pemerintah dan bertambahnya outlet ritel di seluruh provinsi tersebut. Saat ini terdapat 120 perusahaan dengan total sekitar 1850 gerai yang menjadi anggota Aprindo Jatim.Pada Semester I/2011, tercatat ada penambahan delapan gerai hypermarket dan kurang lebih 50 gerai minimarket di berbagai kota di Jatim."Akhir tahun, untuk minimarket pertambahannya bisa sampai ratusan. Apalagi ada pengusaha ritel Jatim yang berniat membeli franchise salah satu minimarket ternama yang tengah marak di Jakarta untuk dikembangkan di propinsi ini," jelas Abraham.Dia optimistis anggotanya mampu meraih target yang dipatok tersebut, kendati cenderung ada penurunan omzet setelah Lebaran. " Dalam jangka waktu empat bulan, kami harus meraih Rp4, 39 triliun, atau sekitar Rp1,1 miliar tiap bulannya. Kalaupun ada penurunan, kami yakin tidak sampai di bawah angka itu," tuturnya.Apalagi, tambahnya, pada Oktober ada event East Java Shopping and Cultural Carnival (Jasculcar/EJSCC) yang diperkirakan mendorong pertambahan konsumsi masyarakat. (24/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Citra Arum N

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top