Angkutan travel di Bandung bersiap naikkan tarif sampai 5%

BANDUNG : Pengusaha travel di Kota Bandung memprekirakan kenaikan tarif tol akan berdampak pada peningkatan tarif angkutan sekitar 2%-5%. Ketua Himpunan Pengusaha Travel Antar Kota (Hipatra) Aristyanto Andrew mengatakan, realisasi kenaikan tol akan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 September 2011  |  15:53 WIB

BANDUNG : Pengusaha travel di Kota Bandung memprekirakan kenaikan tarif tol akan berdampak pada peningkatan tarif angkutan sekitar 2%-5%. Ketua Himpunan Pengusaha Travel Antar Kota (Hipatra) Aristyanto Andrew mengatakan, realisasi kenaikan tol akan berdampak secara langsung terhadap kenaikan tarif armada travel di Kota Bandung ke sejumlah daerah di Pulau Jawa. "Kami belum bisa memprediksi besaran pastinya karena harus menunggu keputusan resmi pemerintah tentang besaran kenaikan tol. Tapi diperkirakan jika kenaikan tol sebesar 12%-13% akan berdampak pada tarif sebesar 2%," katanya, hari ini. Aristyanto  menjelaskan enyesuaian tarif tersebut, terpaksa dilakukan karena pihaknya memperkirakan akan terjadi kenaikan biaya operasional yang dipicu oleh naiknya tarif beberapa ruas jalan tol. Pengusaha mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kebijakan kenaikan tarif tol ini, hanya saja diharapkan dengan makin mahalnya biaya masuk tol pengelola bisa meningkatkan pelayanan di dalam ruas tol. "Jalan rusak harus diperbaiki, kemacetan harus disiasati, serta harus ada regulasi jelas yang mengatur lalu lintas truk yang melintasi ruas tol dengan kecepatan rendah karena itu bisa membahayakan," jelas dia. Dia menambahkan konsumen jalan tol yang membayar kenaikan tarif itu, berharap adanya kenyamanan selama melintasi jalan bebas hambatan tersebut, termasuk terhindar dari kemacetan yang yang disebabkan truk berbadan besar yang melaju di ruas tol. Idealnya,  lanjut Aristyanto, setiap kendaraan yang masuk tol berkecepatan 60 kilometer per jam sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Pengusaha juga berharap pengelola jalan tol bisa menerbitkan kartu akses jalan tol bagi pengemudi travel mengingat mobilitas moda transportasi ini yang cukup tinggi. Di Bandung sendiri terdapat sekitar 50 pengusaha jasa travel, yang mayoritas melayani rute perjalanan Bandung-Jakarta. Sementara itu, Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Jabar Aldo F Wiyana mengatakan, meski ada kenaikan presentase besarannya tidak lebih dari 5%.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top