Pengaturan lalu lintas devisa dinilai positif

JAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menilai kebijakan lalu lintas devisa terkait utang dan ekspor luar negeri yang akan disahkan Bank Indonesia pada akhir bulan ini dapat memberi dampak positif bagi bisnis trade finance perseroan.Direktur Keuangan
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 12 September 2011  |  18:36 WIB

JAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menilai kebijakan lalu lintas devisa terkait utang dan ekspor luar negeri yang akan disahkan Bank Indonesia pada akhir bulan ini dapat memberi dampak positif bagi bisnis trade finance perseroan.Direktur Keuangan dan Internasional BRI Achmad Baiquni mengaku perseroan sedang dalam masa transisi mempersiapkan bisnis trade finance agar dapat memenuhi ketentuan yang akan terbit pada akhir bulan ini tersebut."Peraturannya kan belum, selama masa transisi kami masih persiapkan apa yang bisa kami lakukan agar dapat menjalankan bisnis ini. Misalnya laporan, cara pelaporan amsih dipersiapkan," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.Menurutnya, dalam peraturan yang baru nanti perbankan dan eksportir diminta melengkapi laporan mengenai ekspor-impor yang selama ini belum ada. Akan tetapi hal tersebut dinilai tidak terlalu signifikan karena hanya akan mengubah format laporan saja.Di luar format laporan, lanjut Achmad, perseroan tidak melakukan persiapan khusus karena selama ini sudah biasa melaksanakan transaksi ekspor-impor.Lebih jauh, dia mengungkapkan peraturan ini akan memberi  dampak positif bagi struktur permintaan dan penawaran valuta asing di dalam negeri, juga memberi potensi bagi bank nasional untuk lebih aktif dalam transaksi tersebut.Meski demikian dia enggan mengungkapkan potensi yang dapat diraih BRI dengan adanya aturan tersebut. "Kami belum membicarakan target baru setelah adanya peraturan ini. Saya juga tidak punya data mengenai hal tersebut," katanya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top