Pembangunan tol Priok terkendala masalah sosial

News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Juli 2011  |  10:40 WIB

JAKARTA: Proses pembangunan ruas Tol Tanjung Priok seksi E2A rute Koja-Simpang Jampea yang siap digarap oleh Join operation PT Jaya Konstruksi dengan perusahaan konstruksi asal Jepang Obayashi tampaknya mengalami sedikit kendala secara sosial.

Pasalnya pekerjaan ramp ON/OFF (pintu masuk dan keluar) ruas tol sepanjang 1,92 km tersebut memiliki titik singgung yang melintasi makam Ex Dobo (nama populer makam Mbah Priok).

Kepala Satker Pembangunan Jalan Tol Akses Tanjung Priok Bambang Nurhadi mengatakan hal tersebut akhirnya menghambat proses inventarisasi yang dilakukan oleh tim tanah di daerah tersebut.

Menurutnya berbagai upaya telah dilakukan diantaranya berkoordinasi dengan melibatkan PT Pelindo II, JICT, Pemprov DKI, Pemkot Jakarta Utara, Polisi dan juga tokoh masyarakat, serta tim pendamping dari BPKP Pusat.

Perlu kehati-hatian dalam penanganannya, mengingat sudah sering terjadi gesekan yang membawa korban jiwa, seperti peristiwa Tanjung Priok era delapan puluhan, peristiwa Koja tahun 2010, peristiwa di makam mbah Priok baru-baru ini, yaitu penganiayaan dan penyekapan di dalam makam ex Dobo, paparnya saat proses penandatanganan paket kontrak seksi E2A antara pemerintah dengan Obayashi-Jaya Konstruksi di Gedung Kementerian PU, hari ini.

Selain itu, pada jalur yang dilalui proyek yang dibiayai loan Jepang JICA tersebut terdapat instalasi pipa Pertamina baik di kiri maupun kanan jalan serta pintu penyaring sampah milik PT Pelindo II dan bangunan masjid Jami At-Tauhid TPK Koja. Juga terdapat bangunan Pintu Air Koja milik Ditjen SDA yakni Balai Besar Ciliwung-Cisadane.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top