Pemerintah siap jinakkan harga beras

JAKARTA: Pemerintah siap menangkis ulah spekulan dan menjinakkan harga beras di dalam negeri menjelang puasa hingga Lebaran dengan mengimpor komoditas itu untuk meningkatkan stok Bulog.Selain itu, pemerintah siap menggelar operasi pasar berkelanjutan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Juli 2011  |  04:57 WIB

JAKARTA: Pemerintah siap menangkis ulah spekulan dan menjinakkan harga beras di dalam negeri menjelang puasa hingga Lebaran dengan mengimpor komoditas itu untuk meningkatkan stok Bulog.Selain itu, pemerintah siap menggelar operasi pasar berkelanjutan. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah juga akan mengajak BUMN dan kalangan swasta untuk melakukan pasar murah yang menjadi bagian dari program CSR, guna ikut menekan gejolak harga kebutuhan pokok menjelang puasa. [Kita] terus meningkatkan cadangan beras dan melawan para spekulan, kita bisa melakukan impor, karena kita tidak ingin ada kenaikan karena spekulasi, katanya di Istana Presiden hari ini. Hatta mengatakan dirinya telah mengecek ke Dirut Bulog dan perum tersebut mengatakan telah melakukan operasi pasar untuk menjinakkan harga beras di sejumlah daerah di Indonesia menjelang bulan puasa. Menurut dia, pemerintah akan terus melakukan operasi pasar untuk mencipatakan stabilisasi harga beras di pasar, meskipun biasanya memang terjadi peningkatan harga setiap menjelang puasa hingga Lebaran. Terus saja [operasi pasar] kita lakukan di seluruh daerah yang mengalami kenaikan harga. Jangan dibatasi, kata Hatta. Pemerintah, ujarnya, menginginkan harga beras dan harga kebutuhan pokok lainnya di dalam negeri terus terjaga kestabilannya, agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan tersebut. Terkait dengan harga telur yang telah mengalami kenaikan harga di pasar, Hatta mengatakan peningkatan tersebut diperkirakan karena ada pemintaan yang kuat.Saya sudah berbicara dengan Menteri Perdagangan, agar itu betul-betul dekendalikan. Jangan sampai terus meningkat, katanya. Sementara untuk pengadaan sapi, ujarnya sudah normal sejalan dengan kembali dibukanya keran ekspor ke Indonesia oleh pemerintah Australia. Menteri Pertanian , ujarnya, sudah menetapkan kuota baru untuk impor pada kuartal III/2011 sebanyak 180 ribu ekor. Kesiapan untuk Lebaran cukup.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top