Pengadaan beras oleh Bulog masih rendah

JAKARTA: Kendati Bulog telah memberikan insentif pembelian gabah dan beras sebesar Rp600 per kg dan Rp900 per kg di luar Jawa, tetapi pengadaannya tetap rendah.Dampaknya, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor beras dari Vietnam sebanyak 500.000
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Juli 2011  |  06:30 WIB

JAKARTA: Kendati Bulog telah memberikan insentif pembelian gabah dan beras sebesar Rp600 per kg dan Rp900 per kg di luar Jawa, tetapi pengadaannya tetap rendah.Dampaknya, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor beras dari Vietnam sebanyak 500.000 ton.Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan selama ini telah memberikan insentif pembelian gabah dan beras petani Rp600-Rp900 per kg di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Saat ini, HPP beras Rp5.060 per kg. Pemberian insentif itu, kata dia, untuk pembelian gabah kering giling GKG), gabah kering panen (GKP), maupun beras. Namun, pemberian insentif tersebut, lanjutnya, tidak membuat pengadaan beras dan gabah Bulog meningkat, tetapi justru menurun. Penurunan pengadaan beras dan gabah Bulog, menurut Sutarto, kemungkinan disebabkan ada persoalan suplai (pasokan) dan aksi spekulan, sehingga pemerintah memutuskan Bulog harus segera impor.Dia menambahkan stok beras di gudang Bulog saat ini sekitar 1,5 juta ton yang dapat memenuhi kebutuhan beras rakyat miskin (raskin) selama 5 bulan. Apabila kondisi normal, kata dia, penyaluran beras oleh Bulog setiap bulan sekitar 260.000 ton. Namun, dengan perkembangan situasi iklim, kata dia, Bulog harus menyediakan beras untuk kebutuhan hingga awal tahun depan, karena musim paceklik akan berlangsung mulai September tahun ini hingga Februari 2012.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top