Praktik pangan transgenik mulai Oktober

JAKARTA: Kementerian Pertanian berencana menerapkan praktik genetically modified organism (GMO) pada Oktober tahun ini. Pro kontra terhadap pangan transgenik terus bergulir beberapa tahun belakangan ini. Menteri Pertanian Suswono menargetkan Oktober
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Juli 2011  |  08:38 WIB

JAKARTA: Kementerian Pertanian berencana menerapkan praktik genetically modified organism (GMO) pada Oktober tahun ini. Pro kontra terhadap pangan transgenik terus bergulir beberapa tahun belakangan ini. Menteri Pertanian Suswono menargetkan Oktober ini Kementan akan memastikan penerapan GMO secara menyeluruh di bidang pertanian di Indonesia. "Semoga rampung dalam tahun ini dan tahun depan bisa kita mulai," katanya, Jumat lalu (22/7). Kementan, lewat Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan, tengah mengkaji pangan apa saja yang bisa dikembangkan lewat GMO. Kajian ini juga melibatkan pakar pertanian dari dalam dan luar negeri. Adapun, kajian eksternal diwujudkan lewat workshop antara Kementan dengan Kementerian Lingkungan Hidup. "GMO ini bisa jadi solusi menghadapi perubahan iklim, supaya benih-benih kita adaptif terhadap perubahan iklim. Juga bisa sebagai jalan keluar terhadap hama penyakit," tutur Suswono. Menurutnya, aplikasi GMO di bidang pertanian bisa mendorong kapasitas produksi beras agar melebihi pertumbuhan penduduk Indonesia. Kementan menargetkan tahun ini produksi beras mencapai 70,6 juta ton gabah kering giling (GKG). Hingga pertengahan tahun ini baru 68 juta ton GKG. Adapun, pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai 1,49% per tahun. Sembari mengkaji GMO, Kementan tengah menguji coba golden rice. Golden rice yang diartikan sebagai padi emas ini adalah padi varietas baru yang mengandung beta-karoten lewat teknik rekayasa genetik. Uji coba golden rice ini bekerjasama dengan International Rice Research Institute (IRRI), organisasi non-profit di Filipina yang mengembangkan varietas beras baru. "Kami harapkan 2013 penelitian golden rice sudah selesai," tukas Suswono. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top