Asean Single Window dibayangi risiko legal frame work

JAKARTA: Risiko legal frame work membayangi pemenuhan target pelaksanaan kerja sama kepabeanan satu pintu antaranggota Asean atau dikenal dengan Asean Single Window. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengatakan ada
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Juli 2011  |  08:30 WIB

JAKARTA: Risiko legal frame work membayangi pemenuhan target pelaksanaan kerja sama kepabeanan satu pintu antaranggota Asean atau dikenal dengan Asean Single Window. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengatakan ada kemungkinan ASW (Asean Single Window) yang diharapkan sudah mulai live tahun depan yang mencakup integrasi sistem national single window (NSW) 10 negara anggota Asean bisa terancam molor. Sebab legal frame work dari beberapa negara anggota Asean untuk sistem ini belum juga sinkron. Harus juga dilihat kondisi riilnya nanti. Risiko [pelaksanaan ASW molor dari target] selalu ada karena bicara tentang legal frame work yang memang susah, ujar Agung kepada Bisnis belum lama ini. Tidak mudahnya penyamaan legal frame work untuk ASW, kata dia, dikarenakan setiap negara memiliki sistem dan kepentingan yang berbeda. Kendati dalam kesepakatan WTO sudah ada standar elemen data apa saja yang bisa dan lazim dipertukarkan, masih ada beberapa negara anggota Asean yang belum mau membuka datanya. Saya tidak tahu negara yang paling susah. Semua bisa susah karena mereka punya kepentingan masing-masing. Semua negara dalam hubungan multilateral seperti ini harus menjaga posisi kepentingan negara masing-masing dan hal itu lazim. Agung mengatakan kesiapan Indonesia dari sisi teknis untuk ASW sudah oke. Kini tinggal menunggu penggodokan legal frame work, yang dinilainya memang membutuhkan waktu dan tidak mudah. Selain perbedaan kepentingan, perbedaan level development juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam persiapan ASW. Lebih lanjut dia mengatakan jika urusan sinkronisasi legal frame work sudah beres, urusan persiapan teknis dinilainya relatif mudah. ASW pada dasarnya adalah cara untuk meningkatkan transparansi kecepatan pelayanan serta persamaan data dan informasi dari anggotanya. Dengan sistem ini, penerimaan negara juga diyakini bisa meningkat. Sayang, Agung tidak menyebutkan berapa potensi peningkatan penerimaan negara yang bisa didapat jika implementasi ASW sudah berjalan. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top