Impor produk konsumsi naik 10,94%

JAKARTA: Impor lima produk konsumsi selama semester I 2011 yang melalui pelabuhan resmi menembus US$2,13 miliar atau naik 10,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$1,92 miliar dengan peningkatan signifikan dari negara kawasan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Juli 2011  |  11:56 WIB

JAKARTA: Impor lima produk konsumsi selama semester I 2011 yang melalui pelabuhan resmi menembus US$2,13 miliar atau naik 10,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$1,92 miliar dengan peningkatan signifikan dari negara kawasan Asean.Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia, terdapat lima produk impor yaitu mainan anak, alas kaki, makanan dan minuman, pakaian jadi, dan elektronik.Impor pakaian jadi melonjak paling signifikan, yaitu 41,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari US$57,04 juta menjadi US$80,52 juta dengan kecenderungan peningkatan impor pada pelabuhan Soekarno-Hatta dan Tanjung Emas, yaitu masing-masing 63,96% dan 55,68%.Impor mainan anak-anak tercatat sebagai yang tertinggi kedua kenaikan impornya, yaitu dari US$27,43 juta menjadi US$38,26 juta atau naik 39,49%. Peningkatan impor terjadi pada pelabuhan tujuan Tanjung Priok, yaitu 55,19%.Kendali alas kaki nasional menargetkan peningkatan ekspor hingga lebih dari US$3 miliar tahun ini, impor alas kaki juga naik tinggi yaitu 26,58% dari US$55,78 juta menjadi US$70,60 juta. Impor mamin juga melonjak dengan peningkatan 15,71% dari US$97,34 juta menjadi US$112,63 juta. Produk yang mengalami peningkatan impor tertinggi berdasarkan nilainya adalah produk elektronik yaitu dari US$1,68 miliar pada tahun lalu menjadi US$1,83 miliar atau 8,83%. Peningkatan impor yang paling signifikan pada kategori produk elektronik adalah hand phone, terutama yang berasal dari China.Berdasarkan asal negaranya, impor dari China dan Hongkong masih menjadi yang terbesar untuk hampir seluruh jenis produk, kecuali makanan dan minuman yang didominasi oleh negara-negara Asean, seperti Malaysia dan Thailand.Wakil Sekretaris Umum Apindo Franky Sibarani mengatakan untuk produk mainan anak-anak, China dan Hong Kong masih mendominasi sebagai negara asal, yaitu 85,23% dari total nilai impor, sedangkan Asean baru berkontribusi 8,29%.Kondisi yang sama juga terjadi pada produk alas kaki, dengan tingkat penguasaan pangsa pasar China dan Hong Kong yang mencapai 63,78% dari total impor. Adapun, industri mamin Asean masih mendominasi sebagai negara asal impor yaitu 49,91% dari total impor dengan Malaysia dan (24,7%) dan Thailand (10,18%) sebagai contributor utama.Untuk impor pakaian jadi, China dan Hongkong berkontribusi sebesar 47,40%, sedangkan Asean 16,20%. Namun, beberapa negara Asean mengalami pertumbuhan signifikan, seperti Malaysia (165,86%), Vietnam (376,9%), dan Filipina (132,75%). Impor elektronika banyak dari China dan Hongkong, yaitu sebesar US$1,07 miliar yang setara 58,17%. Produk impor yang banyak dari China itu berupa hand phone. SIngapura juga banyak, tetapi tidak menutup kemungkinan itu sebenarnya berasal dari negara lain, katanya.(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top