Inpres penghematan energi diterapkan Agustus

JAKARTA: Pemerintah akan menerbitkan instruksi presiden tentang penghematan energi dan menerapkannya mulai pertengahan Agustus 2011. Selanjutnya unsur pemerintah diinstruksikan melaporkan tingkat kesuksesan penghematan di setiap instansinya setiap bulan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Juli 2011  |  11:39 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan menerbitkan instruksi presiden tentang penghematan energi dan menerapkannya mulai pertengahan Agustus 2011. Selanjutnya unsur pemerintah diinstruksikan melaporkan tingkat kesuksesan penghematan di setiap instansinya setiap bulan sekali.Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan mengaktifkan Inpres No. 2/2008 tentang Pengematan Energi dan Air yang sekarang dirasakan penerapannya menjadi kendur.Mulai Agustus ini, kata Hatta menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.Dia mengatakan saat diterapkan Inpress No 2 tahun 2008, bisa dilakukan penghematan energi sampai 30%. Namun kemudian kendur setelah harga minyak sempat menurun kembali.Mekanisme penerapannya, ujarnya, juga dlakukan sama. Yaitu setiap kementerian melakukan monitor terhadap gugus tugasnya dan melaporkannya tiap bulan sekali dan teknisnya disusun oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.Inpres No. 2/2008 menghemat sampai 30%. Begitu minyak turun itu kendur, sekarang harus diaktifkan kembali. Sama seperti yang lalu sehingga kita bisa melakukan penghematan, kata Hatta.Dalam kesempatan sama Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan saat ini pihaknya tengah merumuskan isi inpres mengenai langkah penghematan listrik dan BBM.Dalam upaya penghematan ini, ujarnya, akan melibatkan semua pihak khususnya instansi pemerintah. Kita lagi merumuskan inpres mengenai langkah pengehmatan untuk listrik dan BBM, kata Darwin.Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat ditanya wartawan di Istana, mengatakan harga migas saat ini begitu tinggi dan telah mencapai di atas US$100 per barel, sehingga harus ada alternatif untuk mengerem agar subsidi atas energi tidak terus meningkat.Pilihan alternatif yang bisa diambil, ujarnya, adalah melakukan penyesuaian harga BBM serta pengendalian dan penghematan energi yang merupakan opsi yang akan ditempuh pemerintah.Secara terkoordinasi mengenai ini akan dikeluarkan instruksi presiden [soal penghematan energi] pada pertengahan Agustus ini, kata Agus.Agus mengatakan ada tekanan harga komoditas minyak meningkat terus membuat subsidi jadi meningkat, dan pemerintah mesti selalu menjaga kesehatan fiskal serta mengendalikan inflasi dengan baik.Dengan melakukan penghematan energi, Agus meyakini akan memberikan dampak yang besar. Kita belum punya hitungan pasti. tapi impact-nya besar. Tapi hitung-hitungannya itu pertengahan Agustus akan selesai kita lakukan. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top