Penerimaan cukai rokok bisa tembus Rp100 triliun

JAKARTA: Perolehan cukai rokok tahun ini seharusnya bisa digenjot hingga Rp100 triliun, atau jauh lebih besar dari target APBN Rp62,7 triliun.Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) yang juga dosen Fakultas Ekonomi UI Abdillah Ahsan menuturkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Juli 2011  |  06:32 WIB

JAKARTA: Perolehan cukai rokok tahun ini seharusnya bisa digenjot hingga Rp100 triliun, atau jauh lebih besar dari target APBN Rp62,7 triliun.Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) yang juga dosen Fakultas Ekonomi UI Abdillah Ahsan menuturkan target yang dipatok pemerintah tersebut masih mencerminkan sekitar 40% dari total harga jual. Di negara-negara lain yang masuk kawasan Asean, persentase cukai rokok telah melampaui angka tersebut.Di Thailand, cukai rokok bahkan mencapai 85% dari harga jual, sehingga harga jual rokok di negara tersebut cukup tinggi. Hal ini ditujukan untuk mengendalikan dampak produk tembakau dan turunannya, ujarnya akhir pekan ini.Menurut Abdillah, rendahnya cukai rokok yang dipungut pemerintah juga dinilai masih kurang jika dibandingkan dengan efek yang ditimbulkan dari masalah produk turunan tembakau. Biaya kesehatan yang harus dibayar pemerintah jauh lebih besar daripada cukai yang diterima.Selain masih terlalu rendah, kategori cukai rokok saat ini juga masih terlalu rumit. Untuk itu dia mengusulkan agar dibuat kategori yang lebih sederhana, yaitu hanya dengan membuat dua kategori.Dua kategori yang dimaksud adalah kategori rokok tangan dan rokok buatan mesin. Memang tidak dimungkiri, bahwa pembuatan tangan masuk kategori industri padat karya, lanjutnya.Pemerintah mencatat perolehan cukai rokok sepanjang semester I/ 2011 menembus Rp31,3 triliun atau 50% dari target yang dipatok tahun ini Rp62,7 triliun.Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono pekan lalu menuturkan perolehan itu diperoleh dari upaya untuk memungut cukai dari berbagai perusahaan rokok di Indonesia.Kami sepanjang semester I/ 2011 bekerja keras sehingga perolehannya bisa mencapai sedikit di atas 50% dari target tahun ini. Kami optimistis hingga akhir tahun ini bisa mencatat cukai rokok sesuai dengan yang ditargetkan, ujarnya.Sementara itu, perolehan cukai rokok hingga Mei mencapai Rp28,9 triliun, atau 46,09% dari target total.Penyumbang terbesar perolehan cukai rokok hingga akhir Mei adalah PT Gudang Garam Tbk, kemudian disusul oleh PT Sampoerna Tbk serta PT Djarum Kudus. Posisi selanjutnya disumbang oleh produsen rokok Bentoel, dan disusul oleh pabrikan rokok yang skalanya lebih kecil lagi.Pemerintah ke depan akan meningkatkan tariff cukai tembakau rat-rata 5% dalam rangka menjalankan fungsipengendalian dan penerimaan di bidang cukai hasil tembakau. Ketentuan tersebut telah diatur dalam peraturan Menteri Keuangan No. 190/ PMK.011/ 2010 yang berlaku efektif sejak awal tahun ini.(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top