KA pengangkut motor ditiadakan

JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia akan meniadakan kereta pengangkut motor pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Namun operator kereta api ini akan menambah 26 rangkaian kereta sehingga menjadi 224 rangkaian.Keputusan untuk meniadakan kereta pengangkut
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Juli 2011  |  09:52 WIB

JAKARTA: PT Kereta Api Indonesia akan meniadakan kereta pengangkut motor pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Namun operator kereta api ini akan menambah 26 rangkaian kereta sehingga menjadi 224 rangkaian.Keputusan untuk meniadakan kereta pengangkut motor ini diambil setelah buruknya realisasi pada masa angkutan Lebaran 2010. "Peminatnya sedikit, hanya terisi 60% dari total rangkaian kereta yang disiapkan," ujar Direktur Operasi PT KAI Bambang Irawan di kantornya hari ini. Menurut Bambang, jumlah sepeda motor yang masuk kereta api pada tahun lalu tidak signifikan dengan fasilitas disediakan. Pada tahun lalu, PT Kereta Api menyediakan satu rangkaian kereta yang terdiri dari delapan gerbong untuk mengangkut motor. Kenyataan, terisi hanya 60% dari gerbong yang tersedia, sisanya karena kosong diisi manusia. Satu gerbong dapat memuat 60 sepeda motor. "Sepinya peminat menaikkan motor kedalam kereta api bukan karena ongkos, tetapi hari keberangkatan tidak pas, tahun lalu dua hari sekali. Ribet, tidak signifikan," kata Bambang.Meski tidak mengangkut sepeda motor pada masa angkutan lebaran, Bambang mengatakan sepeda motor dapat dikirim sebelum itu. "Pengiriman bisa melalui pihak ketiga PT Kereta Api yang ada di beberapa stasiun," katanya.Masa angkutan Lebaran ditetapkan PT KAI selama 18 hari yakni dimulai pra Lebaran, lima hari mulai 25 Agustus- 29 Agustus dan purna Lebaran selama 11 hari mulai 1 September-11 September 2011.Pada masa angkutan Lebaran tahun ini, PT KAI menyiapkan 198 kereta api regular dan 26 kereta api tambahan, masing-masing dua rangkaian. Seluruh kereta api akan mengangkut 2,9 juta penumpang, atau turun 18% dari posisi Lebaran tahun lalu. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top