Produksi Freeport terhenti karena mogok

JAKARTA : Produksi tembaga dan emas PT Freeport Indonesia bakal terus terhenti seiring dengan rencana aksi mogok kerja sekitar 8.000 karyawannya yang akan diperpanjang hingga 18 Juli 2011.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Juli 2011  |  09:47 WIB

JAKARTA : Produksi tembaga dan emas PT Freeport Indonesia bakal terus terhenti seiring dengan rencana aksi mogok kerja sekitar 8.000 karyawannya yang akan diperpanjang hingga 18 Juli 2011.

Semula aksi mogok kerja hanya digelar sepekan sejak 4 Juli dan berakhir hari ini (11 Juli). Ketua Bidang Organisasi Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Freeport Indonesia, Virgo Solossa, mengatakan aksi mogok kerja diperpanjang karena pihaknya tetap tidak menemui titik temu saat berdialog dengan pihak manajemen Freeport. "Sudah kami perpanjang, rencana hingga tanggal 18 Juli karena kami tidak menemui titik temu dengan manajamen yang sekarang," ujarnya hari ini. Pada Jumat lalu (8 Juli), dialog antara manajemen Freeport dan para karyawan yang diwakili SPSI gagal mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan internal di antara mereka yang difasilitasi DPRD Mimika.Menurut Virgo, pihaknya tetap ingin berdialog dengan pemegang saham mayoritas Freeport-McMoran yakni James Moffet. James Moffet diharapkan segera datang ke Timika untuk bertemu dengan pihak karyawan."Makanya kami pada prinsipnya tetap meminta kepada perusahaan bahwa kita ingin berbicara dengan pemilik modal, Pak Moffet, karena manajemen yang sekarang sudah menolak dari awal sehingga kami tidak mungkin berunding dengan mereka," ujarnya. Seperti diketahui, sekitar 8.000 karyawan Freeport melakukan aksi mogok kerja dengan berjalan kaki sejauh 74 km dari lokasi tambang Grasberg di Tembagapura ke kantor Freeport di Kuala Kencana, Timika sejak Senin (8 Juli). Selain meminta penyesuaian gaji, para karyawan juga menuntut manajemen Freeport agar tidak mengenakan sanksi peringatan ketiga atau pemberian PHK kepada enam pekerja. Mereka meminta keenam orang itu hanya diberikan sanksi peringatan pertama.Freeport memulai kegiatan penambangan dengan sistem tambang terbuka terhadap tubuh bijih Grasberg pada 1990. Tambang Grasberg merupakan penghasil tunggal emas dan tembaga terbesar di dunia. Pada 2010, produksi tembaga Freeport di Papua sebesar 1,22 miliar pound, turun dari 1,41 miliar pound di 2009. Sementara produksi emas pada 2010 jatuh menjadi 1,79 juta ounce dari 2,57 juta ounce di 2009. Sementara itu, Juru Bicara Freeport Ramdani Sirait ketika dihubungi hari ini akhirnya mengakui bahwa aksi mogok kerja ribuan karyawan Freeport menyebabkan kegiatan produksi tembaga dan emas terhenti. Namun dia enggan menyebut berapa perkiraan kerugian Freeport akibat aksi mogok kerja massal ini. Dengan perpanjangan aksi mogok kerja massal ini, artinya Freeport tidak akan berproduksi selama 15 hari (4 Juli-18 Juli). Menurut Ramdani, produksi Freeport setiap harinya sekitar 230.000 ton bijih (mengandung tembaga dan emas). Akibatnya, Freeport terancam kehilangan produksi sebanyak 3,45 juta ton bijih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top