Ekonom nilai Indonesia alami inflasi artifisial

JAKARTA: Inflasi di Indonesia saat ini dinilai sudah artifisial dari tingkat inflasi normal menyusul tidak ada penyesuaian harga BBM.Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengungkapkan kondisi seperti ini menjadi perhatian para calon investor yang
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Juli 2011  |  11:15 WIB

JAKARTA: Inflasi di Indonesia saat ini dinilai sudah artifisial dari tingkat inflasi normal menyusul tidak ada penyesuaian harga BBM.Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengungkapkan kondisi seperti ini menjadi perhatian para calon investor yang akan menanamkan modalnya ke Indonesia. Hal tersebut lantaran para pemodal ingin melihat prospek usaha mereka.Kalau dilihat di negara-negara lain, inflasi yang terjadi lebih tinggi dari yang dicatat Indonesia lantaran kebijakan pemerintah dari negara-negara yang bersangkutan menaikkan harga BBM, ujarnya hariini.Menurut Destry, harga-harga kebutuhan pokok dan yang lainnya sebenarnya 70% lebih tinggi dari saat ini. Jumlah tersebut dihitung dari gap antara harga BBM bersubsidi dengan yang non-subsidi.Sebenarnya, harga-harga berbagai kebutuhan saat ini sudah lebih tinggi 70% dari harga normal. Hal ini secara umum bisa dihitung dari harga BBM bersubsidi yang saat ini Rp4.500 per liter dengan harga BBM non-subsidi yang berada di kisaran Rp8.300 per liter. BBM merupakan variabel utama terhadap harga yang lain, lanjutnya.Dia mengungkapkan bahwa pemerintah yang pada akhirnya menyerap beban kenaikan harga tersebut. Akibatnya, beban APBN semakin besar.Kendati demikian, sejauh ini Destry belum melihat tanda-tanda dari pemerintah menaikkan harga BBM. Beberapa kemungkinan yang akan ditempuh pemerintah adalah melakukan pembatasan serta sama sekali tidak ada kenaikan harga BBM.Dalam kajiannya, Destry memperkirakan laju inflasi tetap bahkan lebih rendah dari saat ini, yaitu bisa di level 5,3%. Sementara itu jika ada pembatasan bisa di level 5,7%. Saat ini tingkat inflasi Juni year on year sebesar 5,54%. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top