Penerimaan dana bagi hasil migas Sumsel Rp3,31 triliun

News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Juli 2011  |  09:37 WIB

PALEMBANG: Penerimaan dana bagi hasil migas untuk Sumatra Selatan 2011 meningkat menjadi Rp3,31 triliun yang termasuk di dalamnya pajak bumi dan bangunan dari fasilitas lahan di atas pipa.

Gunawan B. Priyono, Pjs Kepala Perwakilan BP Migas Sumatra Bagian Selatan, mengatakan pada 2007 lalu dana bagi hasil migas untuk Sumatera Selatan hanya Rp2,07 triliun.

Pada 2011 ini meningkat menjadi Rp3,31 triliun belum termasuk pajak bumi dan bangunan dari fasilitas yang ada di atas tanah termasuk pipa, ujarnya pada seminar bertema Kita Tingkatkan Potensi SDM Migas di Sumsel Mendukung Pencapaian Sumsel Lumbung Energi Nasional" di Universitas Sriwijaya hari ini.

Dia menjelaskan kontribusi industri migas untuk Sumsel dapat diukur secara nyata dari penerimaan dana bagi hasil migas kepada pemerintah provinsi dan 15 kabupaten dan kota yang dikucurkan oleh kementerian keuangan.

Dia menyebutkan 2010 terdapat 513 gangguan yang terdiri atas pencurian sekitar 63% atau 395 kejadian, vandalisme 37 kejadian, demo 30 kejadian, premanisme 27 kejadian dan kasus lainnya 24 kejadian.

Menurut dia, gangguan keamanan tersebut apabila sampai menyebabkan terjadinya proses penghentian produksi dampaknya sangat luar biasa apabila hal itu terjadi.

Di Sumsel beberapa industri yang memerlukan gas akan terganggu misalnya PT Pusri, PLTG Indralaya, PLTG Kramasan, PLTG Borang Merah Mata, Pertamina Refenery Unit III Plaju dan tujuh industri lainnya, paparnya.

Dia mengatakan bila memproduksi satu barel hari ini maka harus dapat menemukan cadangan yang dapat diproduksi sebesar satu barel juga sehingga terjadi kesinambungan atau dengan kata lain reserves replacement ratio 100%.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top