Panax raup dana US$3 juta

News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Juli 2011  |  05:45 WIB

JAKARTA: Panax Geothermal Ltd, pemilik empat konsesi tambang panas bumi di Indonesia, meraup dana segar US$3 juta atau setara dengan Rp25,61 miliar dari kombinasi penerbitan saham baru (rights issue) senilai US$2 juta dan hibah serta diskon pajak sebesar US$1 juta.

"Dana tersebut akan kami gunakan untuk belanja operasional serta untuk mengembangkan portofolio tambang panas bumi kami di Indonesia," kata manajemen Panax dalam penjelasan tertulisnya ke Bursa Efek Australia hari ini.Dalam keterangan itu, manajemen Panax juga mengungkapkan saham baru yang dilepasnya ke pasar mengalami kekurangan permintaan. Sebab, dari 119 juta unit saham baru yang ditawarkan, permintaan pasar yang disetujui hanya 34,75 juta unit saham.Panax memiliki empat proyek panas bumi di Indonesia, yaitu proyek Ngebel-Wilis, Jawa Timur dengan kapasitas 165 Megawatt (MW), Sokoria, Flores 30 MW, Dairi Prima, Sumatra Utara 35 MW, serta Jambi yang masih dalam tahap eksplorasi.Perusahaan yang berbasis di Milton, Queensland itu juga berkongsi dengan Bakrie melalui PT Bakrie Power di tiga proyek pertama, yakni di proyek Ngebel dengan komposisi kepemilikan 35%:65%, lalu di Sokoria 45%:55%, dan di Dairi Prima 51%:49%.Proyek panas bumi di Indonesia mengundang banyak investor karena selain ada jaminan harga jual US$7,55 per kwh dengan kontrak 30 tahun, biaya pengeborannya hanya US$5 juta per sumur, jauh lebih rendah dari biaya pengeboran sumur migas US$15 juta per sumur. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top