Apindo nilai pemerintah minim teroboson

JAKARTA: Pemerintah dinilai tidak fokus dan minim terobosan dalam upaya mengejar target pertumbuhan industri yang tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 6,1%.Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan berdasarkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Juli 2011  |  10:44 WIB

JAKARTA: Pemerintah dinilai tidak fokus dan minim terobosan dalam upaya mengejar target pertumbuhan industri yang tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 6,1%.Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan berdasarkan situasi usaha dalam paruh pertama 2011, pemerintah terlihat belum fokus menangani faktor penghambat klasik dunia usaha, seperti pembebasan lahan, infratruktur, dan pengambilan keputusan mengenai insentif.Menurut dia, hampir seluruh persoalan tersebut konsep penyelesaiannya masih dalam tataran wacana.Ini termasuk pekerjaan rumah di Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia [MP3EI]. Tidak ada terobosan yang berani seperti saat JK sebagai wapres, yang terkadang harus mengubah aturan untuk mengatasi masalah, seperti masalah gula dan listrik, terangnya hari ini.Selama ini, katanya, pemerintah terbelenggu oleh birokrasi dan regulasinya sendiri.Dan ada kecenderungan hanya business as usual dalam menyelesaikan masalah. Contoh kegagalan pemerintah yang tidak fokus adalah tidak tersedianya gas atau tidak adanya jaminan pasokan gas untuk 336 pabrik sampai industri dan juga PLN harus mencari gas ke luar negeri.Pelaku industri, katanya, selalu ingin maju dan bukan sebaliknya stagnan atau bahkan mundur. Pengusaha domestik, katanya, selalu memikirkan terobosan-terobosan untuk bisa berkembang dan menunjukkan eksitensi.Kalau sulit dengan mengembangkan produk-produk baru, maka malakukan tes pasar dulu dengan produk impor. Lihat saja produk-produk elektronik yang dirakit di Indonesia, komponennya didatangkan secara impor, misalnya dari China dan Malaysia kemudian dijual di dalam negeri.Pemerintah tahun ini menargetkan bisa mencapai tingkat pertumbuhan industri antara 5,2% dan 6,1% tahun ini. Adapun, realisasi pertumbuhan industri pada kuartal pertama 2011 mencapai 5,15%.Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan untuk memantapkan iklim investasi nasional pada paruh ke-2 2011 ini, baru saja pemerintah melakukan rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian yang di antaranya memutuskan bahwa pada akhir Juli kebijakan insentif berupa revisi PP No.62/2008 tentang tax allowance bagi bidang usaha tertentu dan daerah tertentu diterbitkan.Dalam waktu bersamaan, tuturnya, peraturan menteri keuangan tentang tax holiday serta revisi PMK 241/2010 yang masih tersisa untuk beberapa komoditas, seperti bahan obat dan mesin grafika akan diluncurkan.Kami melakukan rapat koordinasi di Menko Perekonomian bahwa pada akhir Juli untuk memperbaiki iklim investasi di bidang insentif dengan dikeluarkannya berbagai kebijakan, seperti revisi PP No.62/2008, PMK tentang Tax Holiday, Revisi PMK 241/2010, katanya.Adapun, lanjutnya, untuk bidang infrastruktur dan lahan dalam rangka memperlancar program MP3EI, pemerintah segera membentuk tim P3EI yang terdiri dari seluruh unsur kementerian dan lembaga terkait serta dunia usaha.Ini terutama untuk mempercepat proses skema PPP [public private partnership] dalam pembangunan infrastruktur termasuk di dalamnya tentang pengadaan lahan. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top