PGN bangun terminal gas baru

JAKARTA: PT Perusahaan Gas Negara Tbk berencana membangun terminal penerima gas alam cair (LNG) untuk mengamankan pasokan gas di wilayah Jawa bagian Barat hingga Lampung.Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan terminal penerima LNG melalui floating
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Juli 2011  |  11:55 WIB

JAKARTA: PT Perusahaan Gas Negara Tbk berencana membangun terminal penerima gas alam cair (LNG) untuk mengamankan pasokan gas di wilayah Jawa bagian Barat hingga Lampung.Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan terminal penerima LNG melalui floating station regasification unit (FSRU) itu akan dibangun di antara Sumatra dan Jawa.Melalui kerja sama antara PGN dengan PT Karakatau Steel [Persero], dan PGN dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, diharapkan pemenuhan kebutuhan gas bumi di dalam negeri dapat meningkat, ujarnya, hari ini.Menurut dia, untuk kebutuhan pasokan gas Krakatau Steel akan dipenuhi dari terminal peneriman LNG yang berkapasitas hampir sama dengan FSRU Jabar, sekitar 1,5-3 juta ton per tahun.Sementara itu, kebutuhan pasokan gas ke Pupuk Sriwidjaja Palembang, anak usaha PT Pupuk Sriwidjaja akan dipenuhi melalui pipa-pipa transmisi dari sumber-sumber gas di Sumatra Selatan.Sejak dioperasikannya pada 2007, jelasnya, pipa transmisi South Sumatra West Java (SSWJ) milik PGN, telah berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan gas di Jawa. Selain itu, dengan terbentangnya pipa SSWJ dari Grissik di Sumatra Selatan hingga Muara Bekasi dan Bojonegara di Jawa Barat, telah menciptakan peluang pemanfaatan gas bumi dari Sumatra ke Jawa.Kami sedang mengupayakan pasokan gasnya [untuk FSRU di antara Pulau Sumatra dan Jawa], baik dari dalam maupun luar, dua-duanya sedang ditempuh, tutur Hendi.Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PGN Wahid Sutopo menambahkan ground breaking terminal penerima LNG itu akan dibahas bersama Krakatau Steel, dan akan diputuskan setelah ada kepastian waktu kebutuhan gasnya.Kita harapannya, dari terminal penerima LNG itu bisa memasok kebutuhan gas untuk pelanggan di Serang, Jawa bagian barat, dan Lampung. Ini masih dalam persiapan, dan ground breaking diputuskan setelah ada keputusan mereka [KS] perlunya kapan, kata Wahid.Di sisi lain, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Eko Sunarko mengatakan kebutuhan gas untuk kerja sama dengan PGN itu berasal dari Grissik, ConocoPhilips, dengan jumlah pasokan mencapai 85 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Kalau yang membangun pipanya itu, adalah PGN. Kita harapkan, pada 2015, gasnya sudah mengalir, ujarnya. (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top